Rambu Larangan Tidak Efektif, Pembangunan Jalan di Timur Pura Goa Gong Cegah Kecelakaan

MANGUPURA, MENITINI.COM- Rambu larangan melintas kendaraan ukuran besar terpasang di akses masuk Jalan Goa Gong Jimbaran.

Kabarnya pemasangan rambu tersebut untuk menyikapi seringnya terjadi kecelakaan di tanjakan Jalan Goa Gong.

Namun upaya tersebut tidak berpengaruh, sebab pelanggaran yang terjadi di jalan tersebut cukup masif.

Satu-satunya langkah mengatasi kecelakaan lalin tersebut adalah membuat jalan baru di sebelah timur Pura Goa Gong. Dengan demikian tanjakan saat ini tidak akan dilalui kendaraan, sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan.

Kepala Lingkungan Angga Swara Jimbaran, Wayan Sudina menerangkan, pemasangan rambu larangan itu kurang efektif dalam mengatasi permasalahan di Jalan Goa Gong.

Pasalnya, pengendara sering mengabaikan tanda tersebut, padahal rambu larangan semacam itu sudah dari dulu terpasang.

BACA JUGA:  Gempa Susulan di Kabupaten Tuban Capai 58 Kali

“Untuk plang baru, saya kurang tahu. Tapi walaupun disana dipasang plang lagi, saya rasa itu tidak efektif. Sebab plang larangan semacam itu sudah terpasang dari dulu, namun kenyataannya hal itu sering dilanggar,” terangnya, Jumat (16/2/2024).

Menurutnya, satu-satunya langkah yang dapat ditempuh untuk menekan resiko kecelakaan lalin di tanjakan Goa Gong adalah membuat jalan baru di sebelah timur pura Goa Gong.

Sebab kondisi tanjakan saat ini tidak bisa direndahkan elevasinya, dikarenakan dibawah jalan terdapat goa pura.l dan ditakutkan mengancam eksistensi pura.

Karena itu muncul usulan untuk pengalihan jalan ke arah timur pura. Dengan adanya jalan baru itu, maka kendaraan dapat dialihkan menuju jalan tersebut dikarenakan kondisinya lebih landai. 

BACA JUGA:  Bupati “Bares” Serahkan BKK Rp 2.4 Miliar Untuk Karya Pura Dang Kahyangan Puseh Katyagan di Klungkung

Usulan pembuatan jalan tersebut diakuinya sudah tercetus sebelum tahun 2019. Hal tersebut juga sudah dicek oleh Dinas PUPR terkait desain jalan yang akan dibuat.

Sayangnya hal itu terkendala dengan pandemi Covid-19 yang membuat anggaran tidak memungkinkan merealisasikan jalan tersebut. Seiring dengan kondisi ekonomi Badung yang sudah pulih, ia berharap nantinya usulan itu dapat direalisasikan.

“Harapan kami sebagai masyarakat, semoga jalan baru itu bisa terealisasi. Sebab dalam seminggu bisa dua kali ada kejadian mobil kecelakaan. Warga disana cukup was-was, karena rumah mereka ada dibawah tanjakan. Mereka takut mobil itu jatuh di rumah mereka,” ungkapnya.

Keberadaan Jalan Goa Gong diakuinya merupakan jalan alternatif pemecah kemacetan jalur Uluwatu-Kutuh. Jalan tersebut juga memperpendek jarak tempuh dari Jimbaran menuju Kutuh dan sekitarnya.  

BACA JUGA:  Anggarkan Rp 82 Miliar untuk Pengerjaan Keretakan Tebing Uluwatu di Akhir Mei 2024

Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta mengaku segera membahas usulan pembuatan jalan baru di sebelah timur Pura Goa Gong dengan forum perangkat daerah setelah Pemilu 2024. (M-003)

  • Editor: Daton