Rabu, 29 Mei, 2024
Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan tinjauan ke "Kawasan Ekonomi Khusus” untuk melihat progress perkembangan KEK Sanur. (Foto: M-003)

Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan tinjauan ke "Kawasan Ekonomi Khusus” untuk melihat progress perkembangan KEK Sanur. (Foto: M-003)

DENPASAR, MENITINI.COM-Menteri BUMN, Erick Thohir meninjau “Kawasan Ekonomi Khusus” untuk melihat progress perkembangan KEK Sanur menjelang Soft Opening, Kamis (6/72023).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri BUMN didampingi Direktur  Utama  PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)  Dony Oskaria,  Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour Christine Hutabarat, Direktur utama PT Pertamina Bina Medika IHC. Dalam kunjungan tersebut Erick Thohir melihat langsung progress pembangunan rumah sakit  berskala internasional di kawasan tersebut. Pembangunan rumah sakit diharapkan selesai akhir 2023 dan beroperasi penuh pada awal tahun 2024.

Berdiri di atas lahan seluas 5,0 Ha (dengan luas bangunan sekitar 60.000 M2 di empat lantai) yang dikelilingi landscape tanaman tropis, pengembangan Bali International Hospital (BIH) merencanakan 250 tempat tidur rawat inap, dengan 6 pusat unggulan kelas dunia, terutama di sektor Cardiology, Oncology, Neurology, untuk manajemen penyakit kritis.

BACA JUGA:  Apes, Wisatawan Australia Tewas Tertimpa Dinding Kaca Toko di Sanur

Selain itu, Gastro-Hepato (Gastroenterology), Orthopaedic serta Medical Check Up akan menjadi spesialisasi medis yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam rumah sakit ini. Selain rumah sakit, dalam kesempatan tersebut Menteri BUMN juga melihat progress revitalisasi Grand Inna Bali Beach Hotel, dalam blue print revitalisasi hotel yang berada di dalam kawasan KEK Sanur dilengkapi dengan Convention Center, Ethnobotanical Garden, central UMKM, tinjauan juga dilakukan pada area utilitas kawasan meliputi Ground Water Tank, Waste Water Treatment Plant, Power House.

Menteri BUMN mengungkapkan apresiasi terhadap perkembangan KEK Sanur dan mengakui potensi yang signifikan bagi BUMN untuk berkontribusi pada kemajuan perekonomian Indonesia. “Perkembangan yang telah dilakukan di KEK Sanur saat ini cukup signifikan, saya mengapresiasi kerja cepat dan cerdas yang dilakukan seluruh BUMN yang terlibat. Progres yang bagus ini tentu tidak lepas dari kemitraan strategis dan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan entitas swasta untuk mempromosikan inovasi, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja dalam kawasan kesehatan pariwisata pertama di Indonesia ini,” ujar Erick Thohir

BACA JUGA:  KEK Kura Kura Bali Segera Beroperasi, Sekolah ACS Uji Coba Bulan Agustus 2024

Erick menambahkan pengembangan KEK Sanur merupakan langkah transformasi strategis yang menciptakan berbagai nilai tambah untuk Indonesia. Dengan KEK Sanur ini, Indonesia akan memiliki pusat layanan kesehatan kelas dunia dan akan menjadi magnet pariwisata baru melalui konsep medical & wellness tourism.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney, Dony Oskaria, juga menyampaikan akan ada “state-theart facilities” seperti sarana akomodasi yang terdiri dari hotel bintang 4, bintang 5 dan premium villa/resort hingga 1000 kamar, fasilitas bagi elderly people (usia lanjut), Ethnobotanical Garden, Convention Centre bertaraf Internasional yang mampu menampung hingga 5000 orang, Area Komersial, Sentra UMKM, Restaurant, serta berbagai fasilitas lain yang didukung dengan teknologi mutakhir.

BACA JUGA:  Indonesia dan Uni Emirat Arab Ground Breaking Pembagunan Pusat Penelitian Mangrove Dunia

Senada dengan hal tersebut Christine Hutabarat, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour menyampaikan komitmen terus melakukan terobosan dan inovasi serta melakukan kerjasama berbagai pihak mengembangkan sektor-sektor strategis di Kawasan ini menjadi World Class Medical & Wellness Centre”.

KEK Sanur diharapkan bisa memanjakan pengunjung dengan menikmati berbagai fasilitas terintegrasi dan teknologi terkini serta memberikan added value experience dan menarik minat penduduk Indonesia untuk mengalihkan perawatan medis yang sebelumnya dilakukan di luar negeri. (M-003)

Editor: Daton