logo-menitini

Pulau Kisar MBD Memiliki Peninggalan Sejarah Rumah Raja dan Benteng Delfshaven 

Rumah Raja Wonreli atau yang biasa disebut Kotraram dibangun pada tahun 1664. Dan Benteng Delfshaven peninggalan VOC dibangun pada tahun 1665. (Foto: M-009)
Rumah Raja Wonreli atau yang biasa disebut Kotraram dibangun pada tahun 1664. Dan Benteng Delfshaven peninggalan VOC dibangun pada tahun 1665. (Foto: M-009)

 AMBON,MENITINI.COM-Pulau Kisar merupakan salah satu dari berbagai macam situs peninggalan sejarah di Maluku yang menarik untuk dikunjungi saat berlibur kesana, kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten MBD, Korneles Knyartutu di Ambon, beberapa waktu yang lalu.

Berikut beberapa tempat bersejarah yang boleh dikunjungi saat berada di pulau Kisar, MBD, hal itu  berdasarkan rekomendasi Dinas Pariwisata Maluku Barat Daya diantaranya,

Rumah Raja Wonreli atau yang biasa disebut Kotraram dibangun pada tahun 1664.

Rumah ini terbilang unik karena tiang-tiangnya terbuat dari batang pohon koli atau lontar dan atapnya dari daun rumbia. Di area rumah juga terdapat beberapa makam raja-raja di kawasan itu.

BACA JUGA:  Tiga Kapal Pesiar Sandar Selama Februari 2026, Celukan Bawang Kian Dilirik Wisatawan Internasional

Meski terbuat dari kayu dan daun, sampai saat ini bangunan itu masih berdiri dan mempertahankan keasliannya walau sudah beberapa kali direnovasi.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rumah Raja Wonreli masih digunakan untuk kepentingan adat setempat. 

Ada juga Benteng Delfshaven

Benteng yang berlokasi di Kota Lama, Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya ini adalah salah satu peninggalan serikat dagang Belanda atau VOC.

BACA JUGA:  Kecak dan Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek dan Valentine di The Nusa Dua

Dulunya, benteng ini merupakan tempat penyimpanan persenjataan, amunisi, dan logistik makanan milik VOC pada tahun 1665. Jika dihitung, saat ini usia benteng itu sudah lebih dari 300 tahun atau tiga abad.

Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, benteng ini tidak pernah dimanfaatkan kembali setelah Bangsa Belanda meninggalkan Pulau Kisar.

Benteng ini dibiarkan hingga tahun 2000-an dan diperbaiki atas inisiatif warga di sekitar Benteng Delfshaven tersebut. (M-009)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>