Luncurkan gerakan ASRI
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga memperkenalkan gerakan “ASRI”, akronim dari aman, sehat, resik, dan indah. Gerakan ini diharapkan menjadi semangat kolektif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
“Ini sudah mulai bekerja. Saya juga berharap kita akan lakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, dan seluruh kota-kota besar Indonesia,” tambahnya.
Stabilitas nasional dan investasi
Selain isu lingkungan, Presiden menegaskan pentingnya stabilitas nasional, keamanan, serta kepastian hukum sebagai fondasi utama pembangunan. Ia memastikan Indonesia memiliki rekam jejak yang baik dalam menghormati perjanjian internasional maupun kewajiban keuangan negara.
“Kita punya track record yang sangat besar. Indonesia belum pernah default dalam sejarah kita. Kita selalu hormati perjanjian pemerintah-pemerintah terdahulu. Kita terbuka untuk investasi dari manapun dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan,” kata Presiden.
Menutup pidatonya, Presiden memperkenalkan strategi besar bertajuk “Indonesia Incorporated”, yang menekankan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun negara.
“Pemerintah yang bersih dan adil bantu yang paling lemah dan paling miskin. Kita bangkit bersama, Indonesia insyaallah bukan lagi raksasa yang tertidur, tapi kita bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya,” tandasnya.
Arah pembangunan nasional ke depan, lanjut Presiden, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada transformasi lingkungan, modernisasi tata kelola kota, serta penguatan stabilitas nasional sebagai fondasi menuju Indonesia yang berkelanjutan.*
- Editor: Daton









