Salah satu proyek yang dilaporkan adalah pelaksanaan land clearing lahan seluas 30 hektare di Cikarang, Kabupaten Bekasi, yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun bersubsidi. Selain itu, Presiden juga menerima laporan mengenai kesiapan groundbreaking pembangunan 141.000 unit rumah bersubsidi di tiga kawasan yang lokasinya saling berdekatan.
Menurut Teddy, lokasi pembangunan perumahan tersebut dirancang dekat dengan fasilitas publik, seperti sekolah, rumah sakit, kawasan perkantoran dan pabrik, serta akses jalan utama. Konsep ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup penghuni.
“Dengan adanya pembangunan tersebut, diperkirakan akan terserap sekitar 80 ribu tenaga kerja di berbagai sektor serta mempercepat perputaran rantai perekonomian,” ungkap Teddy.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Pemerintah, kata Teddy, mendorong penyediaan rumah bersubsidi yang dibarengi dengan pemangkasan perizinan dan biaya administrasi.









