PM Palestina Sambut Positif Keputusan Australia Batalkan Pengakuan atas Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh. (Foto: ist)

JAKARTA,MENITINI.COM-Keputusan Australia membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel mendapat sambutan positi dari Perdana Menteri (PM) Palestina Mohammad Shtayyeh.
Perdana Menteri mengatakan, Selasa (18/10), bahwa keputusan pemerintah Australia sejalan dengan hukum internasional dan legitimasi internasional, dan meningkatkan peluang untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka.

“Ini juga merupakan pesan kepada Israel bahwa dunia tidak akan menerima pencaplokannya atas wilayah Palestina,” kata Mohammad Shtayyeh, seperti dikutip Kantor Berita Wafa, Rabu (19/10).

Shtayyeh juga memuji mitranya dari Australia, Anthony Albanese, dan pemerintahnya atas keputusan yang ia sebut bijaksana dan berani.

“Keputusan yang mengungkapkan rasa hormat dan keselarasan Australia dengan nilai-nilai kebenaran, keadilan dan kebebasan, dan hak-hak sah rakyat Palestina,” katanya.

BACA JUGA:  Covid-19 Melonjak, Tiongkok Tutup Pusat Bisnis Shenzhen

Dia juga mengungkapkan harapan bahwa Australia akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Australia mengumumkan pencabutan pengakuannya atas Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel pada hari Selasa, membalikkan keputusan yang diambil oleh pemerintah konservatif sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Penny Wong mengkonfirmasi keputusan tersebut, menekankan bahwa “Yerusalem adalah masalah status akhir yang harus diselesaikan sebagai bagian dari negosiasi damai antara Israel dan rakyat Palestina.”

Dia mengatakan bahwa Australia berkomitmen untuk solusi dua negara di mana negara Palestina dan Israel bisa hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan, dalam perbatasan yang diakui secara internasional.

Keputusan untuk mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel dibuat oleh mantan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, pada 2018.

BACA JUGA:  Ada Mutasi Corona Ganas, Penumpang dari Inggris Wajib PCR H-3, Berlaku 28 Desember

Sumber: RMOL.ID