JAKARTA,MENITINI.COM – Ketua Umum Erick Thohir mengungkapkan bahwa jadwal Piala Presiden 2026 berpotensi tidak lagi digelar pada bulan Juli seperti edisi sebelumnya. Hal ini disebabkan padatnya kalender sepak bola internasional, terutama dengan adanya Piala Dunia 2026.
Erick menyebut bahwa penyesuaian jadwal menjadi hal yang harus dipertimbangkan secara matang, mengingat kompleksitas agenda sepak bola tahun depan. Ia menegaskan bahwa PSSI tidak ingin jadwal turnamen pramusim tersebut berbenturan dengan ajang internasional bergengsi.
Meski demikian, pembahasan terkait waktu pelaksanaan masih terus dilakukan bersama panitia pelaksana. Selain jadwal, PSSI juga tengah mengkaji kemungkinan perubahan format untuk edisi kedelapan Piala Presiden tersebut.
Pada edisi sebelumnya, Piala Presiden 2025 digelar pada 6–13 Juli dengan jumlah peserta terbatas, yakni enam tim. Turnamen tersebut dimenangkan oleh klub Thailand, Port FC, setelah menaklukkan Oxford United di partai final.
Erick juga menilai kehadiran klub luar negeri pada edisi lalu memberikan dampak positif bagi kualitas kompetisi. Sejumlah tim asing bahkan dikabarkan tertarik untuk kembali berpartisipasi pada edisi berikutnya.
Di sisi lain, Ketua Steering Committee Maruarar Sirait menekankan bahwa keberhasilan Piala Presiden tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen sepak bola nasional. Ia menyebut kolaborasi antara klub, pemain, media, sponsor, hingga pemerintah daerah menjadi kunci terselenggaranya turnamen secara konsisten.
PSSI pun memastikan akan terus mematangkan konsep, baik dari sisi jadwal maupun format, agar Piala Presiden 2026 tetap kompetitif dan relevan di tengah padatnya kalender sepak bola dunia. (M-011)
- Editor: Daton









