Persoalan Sampah, J2PS Nilai Tiga Pasangan Capres-Cawapres Belum Miliki Program Jelas

DENPASAR,MENITINI.COM-Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) menilai tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden belum memiliki program jelas terhadap penangangan sampah yang saat ini telah menjadi persoalan.

Ketua J2PS Agustinus Apollonaris Daton menegaskan sampah adalah salah satu masalah besar yang apabila tidak menjadi prioritas akan menyebabkan dampak buruk dan menimbulkan efek ganda dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Program pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan memang penting dan utama, tetapi jika masyarakat sejahtera dan kaya tapi ujung-ujungnya sampah tidak tertangani ya akan tetap jadi masalah juga,” jelasnya dikutip melalui siaran pers, Rabu (16/11/2023).

Ketua J2PS Apollonaris K Daton saat melakukan peliputan di pantai Kedonganan. (foto: istimewa)

Ia menegaskan, penanganan sampah sangat mendesak, harus menjadi perhatian dari pasangan calon presiden dan wakil presiden karena Indonesia sudah darurat sampah. Hal ini dibuktikan dengan terbakarnya sebanyak 23 TPA di seluruh Indonesia pada tahun 2023 akibat tidak maksimalnya penanganan di TPA yang sudah menggunung sejak lama sehingga mudah terbakar.

BACA JUGA:  Lingkungan SLB Negeri Terganggu, Sampah Kiriman Sumbat Sungai Tadah Hujan

Situasi ini sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat Indonesia karena sampah merupakan salah satu hal yang terus ada sepanjang peradaban ada dan bertambah setiap hari.

“Pasangan capres dan cawapres perlu memasukkan dalam visi misinya terkait penanganan sampah ini agar ke depannya menjadi jelas keberpihakan mereka. Jangan sampai permasalahan sampah dilupakan oleh pasangan capres dan baru akan mengalami masalah ketika sudah menjabat,” katanya.

Menurutnya, persoalan sampah sudah sangat darurat, perlu diambil tindakan. Karena itu pihaknya mengajak capres – cawapres serius dan memasukkan program spesifik terkait penanganan sampah.

”Setidaknya menjadi materi kampanye dan bagi paslon yang terpilih harus kongkritkan dalam 100 hari pertama,” tandas wartawan, senior ini.

BACA JUGA:  Kajati Bali: Perlunya Kepekaan Terhadap Kerusakan Lingkungan Akibat Prilaku Koruptif

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022 hasil input dari 202 kab/kota se Indonesia menyebut jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21.1 juta ton. Dari total produksi sampah nasional tersebut, 65.71% (13.9 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam sebuah kesempatan mengungkapkan permasalahan sampah di Indonesia sudah mulai mengkhawatirkan. Per harinya, paling tidak Indonesia menghasilkan 50 ribu ton, bahkan lebih.

Ketua J2PS mengkhawatirkan sampah akan dapat menjadi boomerang bagi capres dan cawapres terpilih karena berpotensi mengganggu target penurunan emisi karena sampai kini belum jelas ujung penyelesaiannya. Bahkan selain mencemari lingkungan, ternyata persoalan sampah juga mengancam target nol emisi. Persoalan ini harus menjadi perhatian utama dari para kandidat dan pasangannya agar tidak buta dengan persoalan sampah.

  • Editor: Daton