logo-menitini

Pemprov Bali Tegaskan Komitmen Lindungi Sulinggih, Koster: Mereka Penjaga Bali Secara Niskala

KOSTER
Gubernur Bali Wayan Koster menyalami para Sulinggih, saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara (SHKDN) Pusat di Denpasar, Senin (23/2/2026). (Foto: Humas Pemprov)

Ritual dan praktik spiritual yang berkembang sebagai adat istiadat dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, lanjutnya, menjadi kekuatan utama Bali. Kebiasaan ini sekaligus menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan untuk berkunjung.

“Lestarikan budaya lokal, karena kekuatan itu letaknya ada pada kebudayaan dan adat istiadat,” tegasnya.

Pemprov Bali juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keseimbangan hidup secara sekala (duniawi) dan niskala (spiritual). Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi serta penguatan nilai-nilai adat, budaya, dan kebiasaan yang menjunjung tinggi sopan santun, etika, moral, norma, serta toleransi.

BACA JUGA:  BBMKG Denpasar Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Bali 11-17 Februari 2026

“Untuk terus menjaga Bali dengan budaya, adat dan istiadatnya, saya harapkan para sulinggih terus menegakkan betul dresta Bali, dan jangan sampai meluntur,” kata Koster.

Sementara itu, Manggala Uttama SHKDN Pusat, Dang Dhira Rajya Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Bali. Ia menegaskan bahwa para sulinggih akan tetap konsisten menjalankan tugas menjaga Bali secara niskala.

BACA JUGA:  Koster Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Bali

Menurutnya, keseimbangan antara sekala dan niskala akan melahirkan kedamaian dalam berpikir, berkata, dan berbuat, sejalan dengan visi dan misi pembangunan pemerintah daerah dalam menjaga Bali secara menyeluruh.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>