logo-menitini

Pemerintah Tambah Kepemilikan Saham Freeport Jadi 63 Persen, Targetkan Penerimaan Negara Lebih Besar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangannya kepada awak media di Washington D.C., pada Jumat, 20 Februari 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangannya kepada awak media di Washington D.C., pada Jumat, 20 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris)

Perpanjangan Migas hingga 2055

Di sektor minyak dan gas, pemerintah juga menjajaki perpanjangan operasi dengan ExxonMobil hingga 2055. Dalam skema tersebut, direncanakan tambahan investasi sekitar USD 10 miliar untuk menjaga serta meningkatkan lifting minyak yang saat ini berada di kisaran 170–185 ribu barel per hari.

Pemerintah menegaskan seluruh proses negosiasi, baik di sektor pertambangan maupun migas, tetap berlandaskan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

BACA JUGA:  Prabowo Terima Lima Pengusaha Nasional di Hambalang, Bahas Kolaborasi Percepatan Pembangunan

“Tentu dalam bernegosiasi kami akan mengedepankan kepentingan negara lebih ke depan karena pasal 33, (UUD) 1945 sebagaimana apa yang diarahkan dan diperintahkan oleh Bapak Presiden adalah kita harus mengedepankan kepentingan negara,” tandas Bahlil.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>