logo-menitini

Pemerintah Tambah Kepemilikan Saham Freeport Jadi 63 Persen, Targetkan Penerimaan Negara Lebih Besar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangannya kepada awak media di Washington D.C., pada Jumat, 20 Februari 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangannya kepada awak media di Washington D.C., pada Jumat, 20 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris)

JAKARTA, MENITINI.COM – Pemerintah memperkuat strategi ketahanan dan kedaulatan energi nasional dengan memperpanjang kerja sama sejumlah perusahaan internasional yang beroperasi di Indonesia. Salah satu langkah konkret adalah peningkatan kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia dari 51 persen menjadi 63 persen pada 2041 mendatang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, tambahan 12 persen saham tersebut dilakukan melalui skema divestasi tanpa biaya pengambilalihan bagi negara.

“Perpanjangannya kita lakukan dengan maksud agar bisa dilakukan eksplorasi di awal dengan menambah 12 persen saham kepada negara. Jadi dilakukan divestasi 12 persen ini tanpa ada biaya apapun khususnya untuk pengambilalihan 12 persen,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).

BACA JUGA:  Permintaan Cetak Emas Meningkat, Pegadaian Tegaskan Emas Nasabah Aman dan Terjamin

Targetkan Penerimaan Negara Meningkat

Selain memperbesar porsi kepemilikan, pemerintah juga menekankan bahwa perpanjangan kontrak harus berdampak pada kenaikan penerimaan negara. Optimalisasi royalti, pajak, hingga kontribusi kepada pemerintah daerah Papua menjadi bagian dari skema yang disiapkan.

“Dengan demikian maka penciptaan lapangan pekerjaan dapat bertambah, yang eksistensi bertahan pendapatan negara juga bertambah, begitupun royalti PNBB dan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>