JAKARTA, MENITINI.COM – Pemerintah memperkuat strategi ketahanan dan kedaulatan energi nasional dengan memperpanjang kerja sama sejumlah perusahaan internasional yang beroperasi di Indonesia. Salah satu langkah konkret adalah peningkatan kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia dari 51 persen menjadi 63 persen pada 2041 mendatang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, tambahan 12 persen saham tersebut dilakukan melalui skema divestasi tanpa biaya pengambilalihan bagi negara.
“Perpanjangannya kita lakukan dengan maksud agar bisa dilakukan eksplorasi di awal dengan menambah 12 persen saham kepada negara. Jadi dilakukan divestasi 12 persen ini tanpa ada biaya apapun khususnya untuk pengambilalihan 12 persen,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).
Targetkan Penerimaan Negara Meningkat
Selain memperbesar porsi kepemilikan, pemerintah juga menekankan bahwa perpanjangan kontrak harus berdampak pada kenaikan penerimaan negara. Optimalisasi royalti, pajak, hingga kontribusi kepada pemerintah daerah Papua menjadi bagian dari skema yang disiapkan.
“Dengan demikian maka penciptaan lapangan pekerjaan dapat bertambah, yang eksistensi bertahan pendapatan negara juga bertambah, begitupun royalti PNBB dan pendapatan daerah,” ungkapnya.









