Jumat, 12 Juli, 2024

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional 3 Bali Nusra menginisiasi pengembangan water taxi di area Pelabuhan Benoa. (Foto: M-003)

DENPASAR,MENITINI.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional 3 Bali Nusra menginisiasi pengembangan water taxi (taksi di perairan) di area Pelabuhan Benoa.

Pengembangan water taxi ini diharapkan meningkatkan potensi wisata lokal dan sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar.

Rencana pengembangan Water Taxy di Area BMTH Pelabuhan Benoa ini dibahas dalam Forum Group Discussion program Water Taxy Bali Marine di Benoa Cruise Terminal, Pelabuhan Benoa Selasa Siang (31/2).

Dalam FGD ini hadir sejumlah pihak mulai Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, PUPR, Disperindag baik Provinsi Bali, Kota Denpasar maupun Kab Badung, juga hadir KSOP Kelas II Benoa, Pelindo, Distrik Navigasi, Desa Adat perwakilan Kelompok Nelayan dan stakeholder terkait lainnya.

BACA JUGA:  Libur Lebaran 2024, Pariwisata Bali Panen Rupiah

Pelindo menyampaikan inisiasinya mengembangkan potensi wisata bahari dan pemberdayaan warga desa sekitar yang sejalan dengan pengembangan kawasan BMTH.

Menurut Sub Regional Head 3 Bali Nusra Fariz Hariyoso nantinya water taxi ini menggunakan perahu nelayan yang sudah ada menghubungkan antara kawasan BMTH dengan potensi wisata di 3 desa sekitar.

Program ini tidak hanya membuka lapangan pekerjaan baru, namun juga akan menghidupkan potensi wisata bahari dan umkm di desa sekitar khususnya di kawasan ring satu pelabuhan seperti Desa Pedungan, Tanjung Benoa dan Serangan.

“Pengembangan Program Water Taxi Bali Marine ini merupakan wujud TJSL Pelindo yang mengedepankan Creating Shared Value antara Perusahaan dan Masyarakat. Program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, pelaku bisnis pariwisata, baik nelayan, tour guide, maupun pemilik UMKM lokal,” ujar Fariz Hariyoso.

BACA JUGA:  Anggota Baleg DPR RI, Harus Ada Kriteria Jelas Tentukan Skala Prioritas Destinasi Wisata

I Made Sedana, Bendesa Adat Desa Serangan sebagai perwakilan masyarakat mengapresiasi program TJSL Pelindo yang menyasar pengembangan potensi wisata bahari dan lokal yang selama ini tidak dioptimalkan dengan baik.

Dengan adanya water taksi dirinya bersama warga pun berkomitmen akan menyiapkan potensi wisata bahari dan lokal pendukung sehingga perputaran ekonomi wisata di 3 desa tersebut bisa optimal.

“Kami menyambut baik program yang diberikan Pelindo. Tugas kami saat ini adalah memastikan potensi wisata bahari, lokal di desa kami bisa menangkap peluang tersebut dan ekonomi di desa kami bisa berjalan dengan optimal”. ujar Made Sedana.

Sementara itu, Pengembangan water taxi tentunya perlu dukungan berbagai pihak khususnya berkaitan keselamatan dan alur safety di area sekitar alur pelabuhan.

BACA JUGA:  Jelang Gelaran WWF, Menparekraf Undang Stakeholder Pariwisata Bali Bahas Isu Pariwisata Terkini

Aris Kepala Bagian Distrik Navigasi Pelabuhan Benoa yang juga hadir dalam FGD tersebut menyampaikan pihaknya berkomitmen akan mendampingi dan membantu alur nelayan, navigasi dan komunikasi di kawasan pengembangan program water taxi ini. “Nanti tim kami akan membantu dan berkolaborasi di lapangan,” ucap Aris

Water Taxi Bali Marine tak hanya memberikan pengalaman baru bagi wisatawan menikmati keindahan alam Bali dari atas air namun juga menjadi solusi transportasi wisata antar desa melalui jalur laut. Pelindo Sub Regional 3 Bali Nusra menargetkan  Water Taxi Bali Marine dikembangkan tahun ini dapat beroperasi secara komersial pada pertengahan tahun 2026. (*)