Pelapor yang Ngadu ke Polresta Dua Kali Ajukan Visa Tapi Tidak Dapat, Ini Penjelasan LPK Darma

Rahman Sabon Nama Pengurus LPK Darma

DENPASAR, MENITINI.COM Pengurus LPK Darma, Rahman Sabon Nama (RSN) menanggapi laporan pengaduan empat orang calon sekolah ke luar negeri sambil kerja asal Flores Timur (Flotim)  ke Polresta Denpasar Selasa (18/8/2020).

RSN menjelaskan, beberapa orang dari angkatan pertama tahun 2018 yang mengadu  itu sebelumnya sudah dua kali diajukan visa mereka, baik di Taipei Economic and Trade Office (TETO) Jakarta maupun TETO Surabaya tapi tidak dapat visa terus. 

“Awalnya,  total mereka 51 orang.  24 orang lulus ke Taiwan dan 4 orang ke Jepang.  Sisanya mengundurkan diam-diam maupun secara baik-baik, sehingga tinggal sekitar 16 orang,”kata RSN dalam release yang diterima MENITINI, Rabu (19/8/2020)

Sambil menunggu proses lagi ke luar negeri, per Desember 2019 mereka yang belum berangkat itu mengikuti kuliah di ITB STIKOM Bali.  Lalu awal 2020 sebagian kemudian  dialihkan ke Turki. Lima orang sudah dapat visa  tetapi karena Turki lockdown sehingga tidak bisa berangkat sampai sekarang.

BACA JUGA:  Indonesia akan Perjuangkan Penyandang Distabilitas di G-20

Lima  orang lagi sedang dalam proses visa di Kedutaan Turki tapi akhirnya tidak bisa proses lagi karena Turki lockdown. “Dalam situasi Pandemi Covid-19 masih melanda dunia saat ini, kita tidak bisa berbuat apa. Lalu mau bilang terkatung-katung gimana,” tanya RSN.

Rahman mengaku, untuk menjelaskan kondisi ini dia sudah dua kali mengumpulkan para orang tua di Larantuka dalam pertemuan 11 Juli 2020 dan  17 Juli 2020. Pada pertemuan kedua itu juga dihadiri Bupati Flores Timur Anton Hadjon, kemudian dilanjutkan pertemuan dengan rektor ITB STIKOM Bali pada 30  Juli 2020..

“Dalam pertemuan itu, semua masukan dan keluhan para orang tua kami dengar untuk sama-sama mencari solusi terbaik,  Bupati juga akan memperhatikan sungguh-sungguh masukan para orag tua. Tidak ada orang tua yang merasa kami tipu, menelantarkan anak mereka karena situasi covid ini,”ujarnya

BACA JUGA:  BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Indonesia

“Kalau mereka galau karena anaknya lama menunggu ya. Itu saya juga pahami. Dalam pertemuan dengan pak rektor juga sudah dijelaskan kondisi saat ini,  dan pak rektor meminta mereka bersabar sambil tetap melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali. Sebab dalam situasi ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu saya heran kalau mereka lapor polisi,” kata RSN lagi.

Sebelumnya empat anak asal Flotim, NTT mengadu ke Polresta Denpasar karena hingga kini, belum diberangkatkan ke berbagai negara tujuan seperti Turki, Taiwan dan Jepang. Keempat anak itu yakni Laurensius Diaz Riberu, Aloysius Deni Carvalo, Hermanus Woka Hera, dan Servasius Yubileum Bili. poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*