Sabtu, 18 Mei, 2024

Kepala Posko (Kaposko) Command Center 91 Ops Puri Agung 2024 Brigjen Pol Muhammad Firman. (Foto: Humas Polri)

JAKARTA,MENITINI.COM- Polri menyiapkan Command Center 91 yang terletak di Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua, Bali, untuk mengamankan pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10.

Kepala Posko (Kaposko) Command Center 91 Ops Puri Agung 2024 Brigjen Pol Muhammad Firman, mengatakan posko tersebut akan menjadi pusat Polri saat berlangsungnya Ops Puri Agung 2024.

Posko ini akan mengawasi 8 satgas pusat dan 2 satgas wilayah. Nantinya, posko ini akan memantau setiap kegiatan dan anggota yang tersebar di 5 kluster pengamanan, yakmi Nusa II Utara, Nusa II Selatan, Jimbaran, Kuta, dan Sanur.

“Satgas Puri Agung telah membentuk Posko Command Center 91 untuk mengendalikan Operasi Puri Agung, sebuah operasi kepolisian terpusat yang bertujuan untuk memastikan keamanan selama KTT WWF berlangsung,” ujar Brigjen Firman di Posko Command Center 91, Kamis (16/5/2024).

BACA JUGA:  Ini Tips Mudik Aman dan Nyaman dari Polri

Dikatakan Brigjen Firman, posko ini juga bertugas memantau objek penginapan delegasi. Selain itu juha memantau pariwisata di Bali.

Terkait mekanisme kerjanya, anggota satgas disebar berdasarkan surat perintah. Mereka akan dipantau lewat berbagai alat komunikasi yang terintegrasi.

“Anggota Satgas disebar berdasarkan surat perintah, dan mereka dipantau melalui berbagai alat komunikasi seperti HT, CCTV yang terhubung dengan Posko, CCTV di obyek-obyek tertentu, HT yang terkoneksi, video analitis, dan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Kaposko menyebut Ops Puri Agung penting untuk masyarakat Bali. Misalnya agar pariwisata Bali tidak terganggu adanya WWF.

Oleh sebab itu, Kaposko meminta masyarakat Bali mendukung Ops Puri Agung karena akan membawa manfaat untuk Bali. Terlebih akan berpengaruh ke citra Bali di mata internasional.

BACA JUGA:  May Day is Fun Day, Hari Buruh di Jembrana Digelar Bahagia

“Pentingnya operasi ini adalah untuk memastikan bahwa kegiatan pariwisata dan aktivitas masyarakat Bali tidak terganggu oleh WWF, sementara memastikan pelaksanaan WWF itu sendiri berlangsung dengan aman. Diharapkan bahwa masyarakat Bali akan mendukung kegiatan ini, sehingga citra internasional Bali dapat meningkat dan membawa manfaat yang lebih baik bagi daerah tersebut,” pungkasnya. (Sumber: Humas Polri)

  • Editor: Daton