Pantai Jerman Ramah Keluarga, Desa Adat Kuta Berbenah Menambah Daya Tarik

BADUNG, MENITINI.COM- Desa Adat Kuta terus menata kawasan pantai agar menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Salah satu hal yang dilakukan yakni menata kawasan Pantai Kuta dari ujung selatan hingga ke ujung utara.  Di ujung selatan yaitu Pantai Jerman ditata dengan konsep kawasan pantai yang ramah keluarga berbasis masyarakat.

Sedangkan di tsunami shelter sebagai kawasan seni dan tradisi, kawasan skatepark menjadi kawasan hiburan dan ujung utara menjadi kawasan climbing wall.

Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana menjelaskan, pihaknya ingin mewujudkan Pantai Kuta menjadi destinasi wisata yang lain daripada yang lain.  

Ia ingin bentangan pantai seluas 4,2 kilometer  yang dikelola desa adat menjadi lebih populer dan menarik bagi wisatawan.

BACA JUGA:  Mandi di Pantai Biaung, Pelajar SMP Tewas Terseret Ombak

Karena itu ia mengajak Undiknas untuk bersama-sama berkolaborasi dalam memajukan Kuta dari kajian keilmuandan  bergandengan tangan bersama-sama.

“Di salah satu titik di sebelah utara Pantai Jerman kita telah wujudkan wahana permainan air bernama water fun. Ini dapat dimanfaatkan oleh keluarga dan kita akan lengkapi dengan wahana permainan lain,”ujarnya.

Untuk di kawasan Tsunami Shelter dengan konsep yang ditampilkan adalah seni dan tradisi dengan menggaet sanggar seni di Kuta. Memang perlu  memberikan ruang tersebut sebagai daya tarik, seperti halnya di Pantai Melasti dan Uluwatu.

Sedangkan di utara dekat skatepark akan ditampilkan ruang entertainment seni yang lebih modern, seperti hiburan musik. Sebab disana didukung keberadaan kafe. Lebih ke utara, ia ingin mewujudkan wahana yang lebih modern berupa climbing wall (panjat tebing).

BACA JUGA:  Liburan Dua Hari, Penumpang di Bandara Ngurah Rai Melonjak

Sejauh ini, kosep tersebut sudah terimplementasikan di Pantai Jerman. Karena itu, pihaknya mulai bergerak membuat konsep ke utara. “Usai pelaksanaan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta tahun ini bisa kami wujudkan hal itu dengan menggandeng pengusaha stakeholder di Kuta,” ujarnya.

Kelian Banjar Segara Kuta, Desa Adat Kuta, I Ketut Werka menambahkan, keunggulan Pantai Jerman terletak pada suasana lingkungan yang sangat cocok untuk bersantai. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung, baik yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara.

Untuk menunjang hal itu, pihaknya trlah melakukan pelatihan UMKM selama setahun dengan beberapa pihak. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan skill dan inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. “Total UMKM disini ada sekitar 40an. Itu terdiri dari kuliner dan pasar seni,” ucapnya.

BACA JUGA:  Gegara Toilet di Pantai Samigita 11 Karyawan Diberhentikan, PUPR Temukan Dua Masalah

Jumlah kunjungan di Pantai Jerman kian hari trendnya terus meningkat. Jika pada hari biasanya, jumlah kunjungan mencapai kurang lebih 1.200 kunjungan. Kondisi itu meningkat saat weekend yang bisa mencapai 3.000 kunjungan lebih. M-003

  • Editor: Daton