Otorita Labuan Bajo Flores Ajak Masyarakat Bersihkan Sampah Pantai

Komunitas Trash Hero menimbang sampah yang telah dikumpulkan dalam aksi bersih pantai di Pantai Binongko, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (22/10/2022).
Komunitas Trash Hero menimbang sampah yang telah dikumpulkan dalam aksi bersih pantai di Pantai Binongko, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (22/10/2022). (Foto: ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)

LABUANBAJO,MENITINI.COM-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggandeng komunitas lokal peduli sampah untuk mengajak masyarakat terlibat dalam pembersihan sampah plastik di Pantai Binongko Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ini bukan seremonial karena setiap minggu ada komunitas yang berkontribusi dengan cara mereka masing-masing. Ke depan ada kolaborasi masif dengan komunitas untuk penanganan sampah di Labuan Bajo,” kata Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina di sela-sela kegiatan pembersihan pantai Labuan Bajo di Manggarai Barat, Sabtu (22/10/2022) seperti dikutip ANTARA.

Kegiatan pembersihan pantai merupakan salah satu kegiatan ekologi yang dilakukan pada hari kedua pelaksanaan Festival Maritim Labuan Bajo 2022. Kegiatan ini dikoordinir oleh komunitas Trash Hero yang aktif berbicara tentang penanganan sampah khususnya Labuan Bajo.

BACA JUGA:  Fakta di Persidangan, Kuasa Hukum Optimis Majelis Hakim Tolak Gugatan Penggugat

Dalam kegiatan ini, 94 peserta memegang karung putih dan mulai membersihkan sampah dari pukul 07.17 Wita hingga pukul 10.00 Wita. Mereka pun berhasil mengumpulkan 16 kg sampah daur ulang dan 293 kg sampah umum atau yang tidak bisa didaur ulang.

Sampah daur ulang hasil bersih sampah itu pun dibawa ke Kole Project, perusahaan daur ulang sampah anorganik yang menjadi mitra Festival Maritim Labuan Bajo pada bidang pengelolaan sampah.

Penggiat sampah dari Trash Hero Robert Kennedy Diaz mengatakan sampah yang dipilih adalah sampah plastik seperti kantong kresek, botol air mineral, pampers, bungkusan makanan, dan sampah plastik lain. Sampah-sampah itu ada yang bisa didaur ulang dan ada juga yang tidak bisa didaur ulang

BACA JUGA:  Warga Protes Proyek Penataan Loloan di Canggu

Menurut Robert tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan sampah, karena ada pula sampah yang bisa didaur ulang dan bernilai ekonomis. Oleh karena itu dia menekankan pentingnya kesadaran memilah sampah mulai dari diri sendiri dan rumah masing-masing.

“Anak-anak muda, mari kita mulai dari diri sendiri, lingkungan sendiri. Luangkan waktu 20 detik setiap saat untuk pilah sampah, pasti rasa peduli sampah akan mulai terbentuk,” katanya mengajak anak muda untuk peduli pada lingkungan.

Getrudis Stela yang menjadi salah satu peserta kegiatan terlihat antusias memunguti sampah. Dia terkesan dengan aksi peduli lingkungan yang dilakukan oleh komunitas lokal dan masyarakat yang tidak pernah lelah menghadapi persoalan sampah di Labuan Bajo.

BACA JUGA:  Majelis Hakim PTUN Kupang Diminta Putuskan Adil Sengketa Sertifikat Tanah Tindis Keuskupan Denpasar

“Saya terkesan karena bukan hanya komunitas saja, ternyata ada warga yang mau terlibat. Ini menandakan bahwa kesadaran di tingkat warga untuk peduli lingkungan mulai nampak,” ungkapnya.

Dia pun berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan mulai membiasakan diri memilah sampah dan mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan cara itulah, katanya, dia sebagai warga Labuan Bajo bisa ikut mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata yang bersih dan sehat.

Sumber: ANTARA