OJK Perketat Pengawasan Perbankan Maluku, Kredit UMKM Jadi Sorotan

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady.
AMBON, MENITINI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperketat pengawasan terhadap industri perbankan di daerah untuk memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menegaskan kondisi industri perbankan Maluku hingga saat ini masih solid dengan pertumbuhan yang positif.
Meski demikian, pengawasan akan terus diperkuat agar seluruh bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko secara optimal.
“OJK bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya, terutama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus mengawal serta menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan,” ujar Haramain, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan ketahanan sektor perbankan tetap terjaga sekaligus mampu menopang pertumbuhan ekonomi Maluku.
Kredit UMKM Masih Jadi Tantangan
Di sisi lain, OJK Maluku bersama industri perbankan terus mendorong peningkatan penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Haramain mengungkapkan, pertumbuhan kredit UMKM saat ini masih berada di kisaran 0,78 persen.
Angka tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius dan sinergi yang lebih kuat antara OJK, perbankan, pemerintah daerah, Bank BPD, serta lembaga terkait lainnya.
Upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dinilai penting karena sektor tersebut menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
Meski kredit UMKM secara umum masih tumbuh terbatas, pembiayaan mikro justru menunjukkan tren yang lebih menggembirakan.
Untuk kredit mikro, khususnya pembiayaan dengan nilai di bawah Rp100 juta, pertumbuhannya tercatat mencapai sekitar 6,25 persen.
Kondisi ini, kata Haramain, menjadi peluang untuk terus memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro agar dapat berkembang dan naik kelas.
Ekonomi Maluku Tumbuh 5,31 Persen
OJK juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,31 persen.
Pertumbuhan tersebut diharapkan dapat diikuti dengan semakin optimalnya fungsi intermediasi perbankan.
Dengan demikian, perbankan tidak hanya berperan menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat sinergi untuk memastikan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, pembiayaan UMKM, ekonomi syariah, serta sektor jasa keuangan lainnya dapat berjalan seimbang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Maluku,” jelasnya.
OJK memastikan pengawasan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus dilakukan untuk menjaga kesehatan industri jasa keuangan sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat Maluku. (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Jangan Diabaikan! Enam Tanda Gangguan Ginjal Bisa Terlihat dari Kulit
Iklan
Scroll to Top