Hanif optimistis keterlibatan Muslimat NU akan memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan tata kelola sampah nasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa.
“Tidak ada negara maju dengan lingkungan yang kotor. Dari tangan ibu-ibu Muslimat NU inilah kita memulai gerakan budaya baru, budaya bersih dan peduli lingkungan demi masa depan generasi mendatang,” ujarnya.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Ketua PP Muslimat NU yang menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi.
Di akhir acara, Menteri Hanif berharap seluruh jajaran Muslimat NU dapat menjalankan mandat kerja sama ini dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.*
- Editor: Daton









