Layanan Vaksinasi Terhenti, Badung Tak Punya Stok Vaksin

ilustrasi vaksinasi
ilustrasi vaksinasi. (foto: Pixabay)

BADUNG,MENITINI.COM-Pemerintah Kabupaten Badung gencar menuntaskan vaksinasi Covid-19, mulai vaksin dosis 2 hingga vaksin booster. Namun niat menuntaskan penyuntikan vaksin dipastikan terhambat karena keterbatasan stok vaksin yang diterima.

Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Badung, dr. Made Padma Puspita mengakui jika pihaknya mengalami kendala terkait stok vaksin. “Vaksin masih kosong, kami belum dapat pasokan,” kata Padma Puspita, Kamis (22/9).

Karena tidak memiliki stok vaksin, pelayanan vaksinasi pun dihentikan sementara sampai vaksin kembali tersedia. “Jadi pelayanan vaksin terhenti sementara waktu,” katanya. 

Pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti kapan vaksin Covid-19 kembali tersedia. “Yang jelas belum ada laporan dari bagian logistik kami,” kata Padma Puspita yang dilantik sebagai Kadis Kesehatan pada 22 Agustus lalu.

BACA JUGA:  Indonesia Jawara Diabetes, Pemerintah Harus Perketat Pengawasan

Sebelumnya dijelaskan, pihaknya diminta untuk mengencerkan vaksinasi covid 19 agar jumlah masyarakat yang menerima vaksin memenuhi target. hanya saja, ketersedian vaksin yang terbatas menjadi kendala pihaknya untuk mewujudkan target yang diberikan. “Ibaratnya kita mau perang tapi senjatanya tidak ada gimana,” katanya.  

jika vaksin telah tersedia, pihaknya akan memetakan desa atau kawasan dengan jumlah masyarakat yang tervaksin belum memenuhi target. “Kita akan prioritaskan dimana masyarakat yang belum menerima vaksin. Terlebih dulu akan di drop di rumah sakit. Kalau jumlahnya banyak kita enak, misalnya rumah sakit langsung 100 vial. Beberapa hari lalu kita hanya dapat 50 vial. Men gimana cara nyuntiknya itu,” ujarnya lagi. (M-003)

BACA JUGA:  BERITA TERKINI: Dua Orang yang Dikarantina di UPTD Bapelkesmas Bali Kabur, Ini Penjelasan Kadinkes Bali