Konversi Kendaraan BBM ke Listrik Kurangi Emisi CO2

Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti Parade Sepeda Motor Konvensi Bahan Bakar Minyak ke Listrik di Central Parkir ITDC, Nusa Dua, Badung. (foto: kist)

BADUNG,MENITINI.COM-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif mengatakan kendaraan roda dua hasil konvensi dari mesin berbahan bakar minyak menjadi mesin yang menggunakan penggerak baterai listrik memiliki manfaat mengurangi emisi CO2. Emisi CO2 sangat berdampak merusak lingkungan dan juga kesehatan manusia.

“Manfaat lainnya bisa menghemat BBM. Jadi kalau hitung satu liter BBM per sepeda motor perhari di Indonesia ini, Kita membakar 800 ribu barel minyak, kalau harga minyak sekarang 100 dollar, maka setiap hari Kita sudah bakar 80 juta dollar atau Rp 1,2 triliun uangnya dijadikan asap,” kata Arifin di Parade Sepeda Motor Konvensi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Listrik yang berlokasi di Central Parkir ITDC, Nusa Dua, Badung, Kamis (1/9/2022).

BACA JUGA:  Sempat Melarikan Diri, Empat Pelaku Pembalakan Kawasan Hutan Tiing Tali Ditangkap

Penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai katanya akan menumbuhkan industri baru di Indonesia serta mampu menyerap tenaga kerja baru. Apalagi di Indonesia memiliki bahan mineral, nikel, tembaga dan lain sebagainya yang bisa diproses menjadi bahan jadi baterai. Sehingga tidak hanya industri motor, tapi akan masuk juga ke industri kendaraan roda empat.

Indonesia mempunyai target emisi 0 di Tahun 2060 dan sektor yang paling menjadi kontributor besar nantinya adalah sektor transportasi darat, laut, maupun udara. “Untuk itu, pemerintahan sekarang sedang menyiapkan strateginya,” ujarnya. (min)