Kementerian LH Dorong Pengelolaan Sampah Bebasis Pemukiman di Lingkup Kecamatan

JAKARTA,MENITINI.COM-Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan pemerintah terus berupaya mewujudkan target pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2025. Target ini diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen.

Pihaknya mendorong kegiatan pengelolaan sampah berbasis pemukiman dimulai dari lingkungan kecamatan untuk menyelesaikan sumber utama sampah dari rumah tangga. “Kami bangun pengelolaan sampah di ibu kota kecamatan (IKK) supaya mengurangi sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA),” ujarnya seperti dikutip dari Berita ANTARA, Kamis (2/2/2023).

Vivien Ratnawati mengaku pihaknya berkoordinasi secara intensif dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk mendukung pendanaan terkait penanganan sampah.

Saat ini, anggaran untuk mengurusi sampah di 514 kabupaten/kota rata-rata hanya 0,51 persen dari total APBD mereka, sehingga penanganan sampah belum terkelola secara maksimal. Padahal brdasarkan analisa Kementerian LHK, setiap daerah membutuhkan sekitar 3 sampai 4 persen dari total APBD untuk mengatasi masalah sampah.

“Kami rencanakan kecamatan-kecamatan itu dibantu dengan dana dari BPDLH, tapi caranya bukan diberikan kepada kecamatan melainkan kepada sociopreneurship ataupun kelompok swadaya masyarakat yang mengelola sampah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemerintah Angkat Kebijakan Tata Ruang DAS pada Proses Politik 10th World Water Forum

“Orang-orang seperti itu butuh modal. Nanti ada offtaker, offtaker juga dikasih modal. Inilah yang sekarang kami bangun,” imbuhnya.

Lebih lanjut Vivien mengungkapkan bahwa generasi Z dan milenial adalah generasi paling peduli terhadap masalah sampah di Indonesia.

Menurutnya, generasi itu punya gaya hidup yang lebih bangga kalau mereka bisa less waste atau mengurangi sampah. Bahkan, anak-anak muda tersebut juga menciptakan berbagai perusahaan rintisan atau sociopreneurship terkait pengelolaan sampah di Indonesia.

“Saya optimistis mereka lebih mudah diajak untuk membantu mengelola dan mengurangi sampah,” ucap Vivien.

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat komposisi sampah berdasarkan jenis didominasi oleh sampah sisa makanan sebanyak 41,9 persen, sampah tumbuhan (kayu, ranting, dan daun) 12 persen, sampah kertas atau karton 10,7 persen, sampah plastik 18,7 persen, dan sampah lainnya 6,9 persen.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno: Blue Ocean Strategy Patut Diimplementasikan dalam Pengembangan Parekraf Indonesia

Sementara itu, komposisi sampah berdasarkan sumber sampah masih didominasi oleh rumah tangga dengan angka mencapai 37,6 persen, pasar tradisional sebanyak 16,6 persen, dan pusat perniagaan mencapai 22,1 persen. “Ingat, sampah itu juga bicara soal individu. Individu itu ada di mana? tatanan yang paling kecil ada kelurahan dan kecamatan,” pungkas Vivien. (M-003)

  • Sumber: ANTARA
  • Edtior: Daton