Kematian Tri Nugraha, Begini Penjelasan Wakajati Bali

Asep Maryono, Wakajati Bali memberi keterangan terkait tewasnya Tri Nugraha di toilet Kejati Bali, Senin (30/8/2020)

DENPASAR, MENITINI.COM Wakajati Bali, Asep Maryono menjelaskan, tersangka Tri Nugraha datang ke Kejati Bali sekitar pukul 10.00 Wita.

Menurut Wakajati, tersangka mestinya menjalani pemeriksaan di akhir pekan yang lalu tetapi baru bisa menjalani pemeriksaan hari ini, Senin (31/8/2020).

Prosedur keamanan sudah dilakukan. “Yang diperiksa dan tamu harus membawa barang-barangnya ke loker. Jadi semuanya tersimpan di loker, termasuk barang  milik penasihat hukum. Dan kunci loker dibawa yang bersangkutan,” kata Wakajati.

Setelah menjalani pemeriksaan, menurut Asep Maryono, ketika siang hari, tersangka Tri Nugraha meminta waktu sholat dan makan. “Tersangka tidak kembali dan ditunggu sampai pukul 15.00 Wita. Dihubungi tidak bisa dan kami kemudian melakukan pelacakan dan menemukan Tri Nugraha di rumahnya di Jalan Gunung Talang,” jelas Wakajati.

BACA JUGA:  Masyarakat Jangan Salah Paham, Pemerintah Tidak Tutup TPA, Begini Penegasan Menteri LH Jumhur

Selanjutnya, penyidik, Aspidsus dan Asintel menyusul tersangka di rumahnya dan membawa Tri Nugraha kembali ke Kejati Bali dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

Pada saat akan akan melakukan proses penahanan, pihak kejaksaan tidak tahu kalau barang tersangka yang disimpan di loker sudah dikeluarkan oleh penasihat hukumnya. “Kunci loker masih dipegang oleh yang bersangkutan. Menurut penasihat hukum, dirinya diminta Tri mengambil barangnya,” kata Asep

BACA JUGA:  Terungkap, Begini Dugaan Modus Korupsi MBG yang Menjerat Tiga Eks Pimpinan BGN

Ketika ditanya, barang yang diambil penasihat hukum dan diberikan kepada tersangka, menurut Wakajati, sebuah tas kecil yang isinya tidak diketahui.

Selanjutnya, ketika akan dibawa ke mobil tahanan, tersangka minta ijin ke toilet, terjadilah penembakan tersebut.

Wakajati menegaskan, dengan meninggalnya tersangka maka kasus gratifikasi dan TPPU yang didugakan kepada tersangka ditutup. dik/poll/edo

Iklan

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Prabowo Minta Rosan Buka Data Positif Investasi ke Publik

JAKARTA,MENITINI.COM – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, untuk menyampaikan secara terbuka kepada

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top