Rabu, 29 Mei, 2024
Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena. (Foto: M-009)

AMBON, MENITINI.COM-Penyebaran kasus tuberkulosis atau TBC di Kota Ambon, Maluku, terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat, dalam tiga tahun terakhir, jumlah kasus baru TBC di Kota Ambon terus  mengalami peningkatan.

Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengungkapkan, pada tahun 2020,  jumlah kasus baru TBC di Kota Ambon tercatat sebanyak 716 penderita. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2021 menjadi 961 kasus dan kembali naik  pada tahun 2022 sebanyak 1.296 kasus.

“Angka ini memberikan indikasi bahwa tingkat penularan TBC dalam masyarakat di Kota Ambon masih cukup tinggi,” kata Bodewin saat peresmian Pojok TBC dan Stunting di Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (3/4/2023).

BACA JUGA:  Tiga Rumah di Desa Ohoiel Rusak Parah Akibat Diterjang Angin Puting Beliung

Selain jumlah kasus yang terus meningkat, Bodewin juga menyampaikan, setiap tahun puluhan warga di Kota Ambon meninggal dunia karena kasus tersebut. Menurut Bodewin, pada tahun 2020 ada sebanyak 32 penderita TBC yang meninggal dunia. Kemudian pada tahun 2021 dan 2022 masing-masing sebanyak 23 penderita TBC meninggal dunia di Kota Ambon.

“Karena itu kita harus terus berupaya untuk dapat menekan angka kesakitan dan kematian akibat TBC agar Kota Ambon dapat mencapai target dalam eliminasi TBC di tahun 2030,” ujarnya.

Sedangkan, untuk masalah stunting, kata Bodewin, berdasarkan data riset kesehatan dasar menunjukkan angka prevalensi stunting di Kota Ambon pada tahun 2021 sebesar 28,1 persen dan mengalami penurunan menjadi 21,1 persen pada tahun 2022.

BACA JUGA:  Mobil Angkutan Umum Terguling di Malteng, 1 Orang Meninggal Dunia 

Menurutnya, keberhasilan pencapaian derajat kesehatan masyarakat melalui intervensi serta eliminasi penyakit menular TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Kota Ambon, namun harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun provinsi termasuk masyarakat.

Bodewin berharap peresmian Pojok TBC dan Stunting di Desa Laha dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai masalah kesehatan, khususnya penanganan TBC di Kota Ambon.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu solusi dan motivasi untuk meningkatkan kolaborasi dan penyelesaian masalah-masalah kesehatan di masyarakat. Menjadi desa peduli berarti pemerintah dan penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi TBC dan penanganan stunting secara mandiri di wilayahnya,” tutup Bodewin. (M-009)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  RSU Bakti Rahayu Gandeng Sejumlah Lembaga Lakukan Aksi Amal Operasi Bibir Sumbing