Minggu, 14 Juli, 2024

Pelantikan J2PS di TOSS Center Kusamba Klungkung 9 Oktober 2022. (Foto: M-011)

DENPASAR, MENITINI.COM Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) menilai tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden belum mempunyai program jelas tentang keberpihakan terhadap penangangan sampah.

Meski demikian, dari ketiga pasangan capres dan cawapres, pasangan Ganjar dan Mahfud MD sudah menyisipkan secara jelas terkait program penanganan lingkungan. “Mempercepat perwujudan lingkungan hidup yang berkelanjutan melalui ekonomi hijau dan biru” (visi ke 6).

Ketua J2PS Agustinus Apollonaris Klasa Daton mengatakan, sampah adalah salah satu masalah besar yang apabila tidak menjadi prioritas akan menyebabkan dampak buruk dan menimbulkan efek ganda dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Program pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan memang penting dan utama, tetapi jika masyarakat sejahtera dan kaya tapi ujung-ujungnya sampah tidak tertangani ya akan tetap jadi masalah juga,” jelasnya dikutip melalui siaran pers, Jumat (8/12/2023).

Penanganan sampah sangat mendesak dan mesti jadi perhatian dari pasangan calon presiden dan wakil presiden karena Indonesia sudah darurat sampah.

BACA JUGA:  Kolaborasi Bersihkan Sampah di Pesisir Pantai dan Bawah Laut Tanjung Benoa

Hal ini dibuktikan dengan terbakarnya sebanyak 23 TPA di seluruh Indonesia pada tahun 2023 akibat tidak maksimalnya penanganan di TPA yang sudah menggunung sejak lama sehingga mudah terbakar.

Situasi ini sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat Indonesia karena sampah terus ada dan bertambah setiap hari.

“Bebas dari sampah itu tidak mungkin. Sepanjang ada peradaban manusia, sampah akan tetap ada. Kuncinya, bagaimana mengelolah dan memilah sampah dari sumber. Kalau sampah berada di tangan  orang yang salah justru jadi masalah.Tapi di tangan pelaku daur ulang akan menjadi sumber energi,” kata Agustinus Apollonaris.

Pemimpin Redaksi posbali.net ini menekankan, pasangan capres dan cawapres perlu memasukkan dalam visi misinya terkait penanganan sampah ini agar ke depan menjadi jelas keberpihakan mereka. “Keberpihakan para capres ini tidak hanya soal komitmen dan kemauan politik. Komitmen dan kemauan politik mesti diperlihatkan pada politik anggaran yang berpihak pada instansi pengelolaan sampah, apabila salah satu diantara tiga capres ini terpilih,” kata Apollo Daton sapaannya.

BACA JUGA:  Angkut 20 Ton Sampah di Kawasan Arbes-Ahuru, Ini Yang Dikatakan Kadis DLHP 

Menurutnya, jangan sampai permasalahan sampah dilupakan oleh pasangan capres dan baru akan mengalami masalah ketika sudah menjabat. Dia menegaskan persoalan sampah sudah sangat darurat dan perlu segera diambil tindakan.

Bahkan selain mencemari lingkungan, ternyata persoalan sampah juga mengancam target nol emisi. “Persoalan ini harus menjadi perhatian utama dari para kandidat dan pasangannya agar tidak buta dengan persoalan sampah,” tandasnya

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022 hasil input dari 202 kab/kota se Indonesia menyebut jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21.1 juta ton.

Dari total produksi sampah nasional tersebut, 65.71% (13.9 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik.

BACA JUGA:  Selama Gelaran WWF, 250 Ton Sampah di Badung Ditampung di 36 TPS3R dan TPST Mengwitani

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam sebuah kesempatan mengungkapkan permasalahan sampah di Indonesia sudah mulai mengkhawatirkan. Per hari, paling tidak Indonesia menghasilkan 50 ribu ton, bahkan lebih 

Tentang J2PS

J2PS merupakan organisasi yang didirikan pada 22 Agustus 2022 di Kota Denpasar. J2PS beranggotakan puluhan wartawan dari berbagai media di seluruh Indonesia.

Anggotanya berasal dari puluhan wartawan media nasional dan lokal dari berbagai organisasi kewartawanan dan perusahaan pers seperti PWI, AJI, SMSI, IJTI dan AMSI.

Tujuan utama dari pendirian organisasi untuk memberikan ruang bagi wartawan fokus memperhatikan isu-isu lingkungan khususnya terkait penanganan sampah. (M-003)

  • Editor: Daton