“AI tidak memiliki moral dan passion. Keunggulan manusia justru ada pada kesadaran etis dan kemampuan menimbang nilai,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi Unmas Denpasar yang mengangkat tema logika, dialektika, dan retorika di tengah arus digitalisasi. Menurut Rocky, kemampuan berpikir logis, berdebat secara sehat, dan menyampaikan gagasan secara argumentatif merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan kehidupan intelektual.
Kuliah umum ini menjadi pengingat bagi kalangan akademik bahwa kecerdasan buatan hanyalah alat bantu, bukan pengganti akal budi manusia. Di era AI, penguatan nalar kritis dan etika berpikir justru menjadi kunci agar teknologi benar-benar memberi manfaat bagi peradaban.*
- Editor: Daton









