Gerindra: Negara Masih Punya Kekuatan untuk Tidak Naikkan Harga BBM

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani/Net
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani (foto: Net)

JAKARTA,MENITINI.COM-Presiden Joko Widodo sudah tepat masih mempertimbangkan dan tidak serta merta menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi saat anggaran subsidi dilaporkan mencapai Rp 502 triliun.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan kenaikan harga BBM subsidi akan menyebabkan inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok tinggi, dan daya beli masyarakat yang akan menurun.
“Pak Jokowi sangat cermat melihat persoalan ini. Kami mengapresiasi dan menghormati Presiden Jokowi karena berhati-hati dalam mengambil keputusan apakah akan menaikan atau tidak BBM ini,” kata Muzani dalam keterangannya, Minggu (28/8) dikutip Kantor Berita Politik RMOL.ID.
Muzani mengakui, biaya subsidi BBM yang telah mencapai Rp 502 triliun bukanlah angka yang kecil.
“Angka ini sangat membebani APBN. Tapi Partai Gerindra sebagai kekuatan politik akan terus memperjuangkan kepentingan rakyat,” tekannya.
Tetapi, lanjut Wakil Ketua MPR RI ini, menaikkan harga BBM bukanlah solusi untuk menekan biaya subsidi. Indonesia, diyakini dia, masih punya kemampuan ekonomi yang baik tanpa perlu menambah beban rakyatnya.
“Kami merasa jika negara masih memiliki kekuatan untuk tidak menaikan BBM dan keuangan negara kita masih mampu untuk menahan itu,” tuturnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Ingatkan, Tetap Pakai Masker di Dalam Maupun Luar Ruangan

“Maka kami berharap BBM tidak dinaikan dan pemerintah mensubsidi rakyat-rakyat kecil, mensubsidi rakyat yang perekonomiannya pas-pasan,” tutup Muzani.

Sumber: RMOL.ID