“Antisipasi harus dilakukan sejak sekarang, sebelum dampaknya semakin meluas. Pemerintah perlu menghitung dengan cermat potensi koreksi harga minyak dunia akibat krisis ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Ia menekankan, kesiapan kebijakan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Tanpa langkah pengamanan yang tepat, gejolak harga energi global berpotensi membebani keuangan negara.
Di luar aspek fiskal, Eddy memandang krisis di Venezuela sebagai pengingat keras tentang pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional. Ketergantungan pada impor energi, menurutnya, harus dikurangi dengan mempercepat pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri.
“Krisis ini menjadi alarm bahwa ketahanan energi tidak bisa ditawar. Transisi menuju energi terbarukan harus dipercepat agar kita tidak terus bergantung pada negara lain,” tegasnya.









