logo-menitini

Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tumbuh di Atas Rata-Rata Global

airlangga hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan keterangan pers selepas mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

“Berbagai lembaga baik itu OECD, World Bank, ADB, dan IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 5 sampai 5,4 persen. Jadi Indonesia pertumbuhan di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global,” imbuh Airlangga.

Sementara itu, dari sisi inflasi, inflasi komponen bergejolak atau volatile food pada bulan April sebesar 5,48 persen, dengan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah atau administered price di angka 4,83 persen dan inflasi inti di angka 2,6 persen. Dengan demikian, lanjut Airlangga, rata-rata inflasi di bulan April sebesar 3,47 persen, masih sesuai dengan rentang dalam APBN yaitu 3 plus minus 1 persen.

BACA JUGA:  Presiden Tinjau Hilirisasi Pertanian di Karawang, Dorong Nilai Tambah Produk Lokal

Airlangga menambahkan, dari lapangan usaha hampir semua sektor dari sisi penawaran (supply side) rata-rata positif, mulai dari pergudangan, industri, jasa, pertanian, konstruksi. Dari segi permintaan atau demand side, konsumsi rumah tangga juga positif.

“PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) atau investasi maupun ekspor impor juga positif, sehingga tentu ini akan memberikan hal yang baik,” ucapnya.

BACA JUGA:  Harga Emas Pegadaian Melonjak Tajam, Galeri24 dan UBS Kompak Naik

Kenaikan pertumbuhan ekonomi juga tercermin dari meningkatnya jumlah tenaga kerja yang tercipta, baik pekerja penuh waktu maupun pekerja paruh waktu. Pekerja penuh waktu naik 4,28 juta orang menjadi 88,42 juta orang, sedangkan pekerja paruh waktu bertambah sekitar 1 juta orang menjadi 36,54 juta orang. Adapun yang setengah menganggur menurun sekitar 770 ribu orang menjadi 10,65 juta orang.

Sumber: BPMI Setpres

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>