Dalami Problematika Pengelolaan Sampah, J2PS Kunjungi TPS3R dan Pelaku Daur Ulang

Rombongan J2PS mendengar pemaparan dari pengelola Eco Bali.
Rombongan J2PS mendengar pemaparan dari pengelola Eco Bali. (Foto: M-003)

DENPASAR, MENITINI.COM- Setelah deklarasi dan pelantikan Agustus 2022, Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) melakukan kunjungan sekaligus mengorek lebih jauh problematika pengelolaan dan pengolahan sampah di Kota Denpasar dan Kabupaten.

Rombongan yang dipimpin Ketua J2PS, Agustinus Apollonaris Klasa Daton mengunjungi tiga lokasi pengelolaan dan pengolahan sampah di tiga titik yakni Exo Bali Recycling, TPS 3R Uma Asri dan Bali Waste Cycle (BWC) Solusi Sampah Bali.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Eco Bali Recycling (PT Bumi Lestari Bali) di Jl. Raya Padonan No. 312, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Selasa (15/11/2022).

Rombongan yang terdiri dari Muhammad Ridwan, Ignasius Kleden dan I Gusti Ngurah Dibia, dan Penasihat J2PS Umar Ibnu Alkhatab diterima Direktur Eco Bali, Ketut Mertadi dan Site Operational Manager of Eco Bali Ni Made Dwi Septiantari.

BACA JUGA:  Kejahatan Ada di Sekitar Kita, dan PR Kapolda Bali

Agustinus Apollonaris menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana pola dan sistem pengelolaan sampah di Eco Bali yang berdiri sejak tahun 2006. “Kami ingin belajar dan mengetahui tahu lebih jauh tentang proses pengelolaan dan pengolahan sampah di Eco Bali. Sekaligus memahami bagaimana menjadikan sampah menjadi nilai ekonomis,” kata Agustinus Apollonaris.

Menurut Agustinus Apollonaris kunjungan ke tempat pengelolaan dan pengolahan sampah ini sangat penting bagi jurnalis, karena isu lingkungan apalagi sampah dan problematikanya belum banyak dipahami dan didalami oleh para jurnalis. Juga agenda redaksi media belum memberi ruang yang layak bagi lingkungan dan sampah. “Agenda redaksi media (cetak, elektronik dan online) belum banyak berpihak pada lingkungan,apalagi sampah. Media lebih agresif pemberitaan justru pada kerusakan lingkungan dan sampah berserakan (di hilir). Padahal sesungguhnya sebagian besar problem lingkungan dan sampah ada penyebabnya (di hulu),” kata Apollo sapaannya.

BACA JUGA:  BWC Lakukan Pembinaan dan Edukasi Persiapan Pembukaan Bank Sampah Badung

Sementara Ketut Mertaadi Direktur Eco Bali menyambut baik kunjungan para jurnalis. Ia menjelaskan, Eco Bali Recycling merupakan perusahaan yang berdiri sejak 2006 dan berfokus pada pengolahan sampah anorganik yang cakupan area operasionalnya di 4 kabupaten/kota yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) terdiri dari 25 kecamatan dan 86 desa.

“Sampah anorganik memberikan beban pada alam karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Seiring berjalannya waktu, ini merupakan sebuah keharusan untuk berubah. Sejak 2006 hingga kini kami sudah mengelola total sampah anorganik sebanyak 6.677.631 kg. Sedangkan dari Januari hingga September 2022 sebanyak 821.070 kg dan sampah yang masuk setiap harinya 4,5 hingga 5 ton,” kata Ketut Mertaadi

BACA JUGA:  Atasi Perubahan Iklim Dunia Butuh Dukungan Politik Peserta KTT G-20

Ia menjelaskan, visi Eco Bali adalah untuk memungkinkan semua orang menuju gaya hidup tanpa limbah. Di tempat ini ia mempunyai Material Recovery Facility (MRF) dan bekerja sama dengan produsen untuk mencari solusi pengolahan sampah. Ini menurutnya sebagai jawaban atas urgensi masalah pengelolaan sampah di Bali.