JAKARTA,MENITINI.COM-Untuk mencegah peradangan saat penyakit asma kambuh, disarankan agar pasien asma mengenali faktor pemicu dan menaati tata laksamana yang dianjurkan dokter. Hal tersebut disampaikan guru besar fakultas kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D.,Sp.P(K) dilansir Antara.
“Tujuan dari pengelolaan asma adalah agar pasien dapat mengontrol risiko serangan asma dan tentunya hidup dengan lebih produktif,” kata Faisal dalam keterangan resmi, Selasa (21/06/2022).
Dengan mengelola asma, katanya agar risiko serangannya dapat dikontrol, pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali dan menghindari factor yang menjadi pemicu kekambuhan asma. Selain itu, pasien asma juga dapat melakukan pengobatan yang dianjurkan oleh dokter secara teratur.
Upaya pengobatan dan terapi kontrol asma dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien asma.
“Asma dengan intensitas kekambuhan ringan, sedang dan berat direkomendasikan pemberian terapi kontrol kortikosteroid inhalasi secara rutin dengan dosis yang disesuaikan, tidak cukup dengan obat pelega saja” kata Faisal.
Ia menambahkan, kortikosteroid inhalasi tersebut bekerja sebagai antiinflamasi yang memberikan perlindungan pada penyempitan saluran pernapasan sehingga dapat mengurangi risiko serangan akut, tentunya jika rutin digunakan. GINA juga turut menyarankan untuk mengontrol gejala asma dengan menggunakan terapi kortikosteroid inhalasi.
Penyakit asma masih menjadi masalah kesehatan dunia termasuk Indonesia. Organisasi asma dunia, GINA, terus menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit asma dan mendorong semua pihak untuk dapat meningkatkan perawatan dan pengobatan penyakit asma.
Asma merupakan peradangan kronis yang disebabkan terjadinya penyempitan pada otot-otot saluran pernapasan yang dapat menimbulkan mengi, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala ini dapat muncul secara episodik dan tidak dapat disembuhkan melainkan hanya dapat dikontrol.
Penyebab kekambuhan asma bisa berbeda bagi setiap pasien asma. Namun umumnya asma muncul akibat paparan terhadap faktor pemicu seperti debu, asap rokok, makanan tertentu, kondisi cuaca dan faktor lingkungan lainnya. Intensitas serangan asma dapat meningkat jika terpapar lebih sering dengan faktor pemicu tersebut. Jika tidak terkontrol, asma dapat mengancam jiwa.
Berdasarkan data yang dilansir WHO, sebanyak 262 juta orang saat ini menderita penyakit asma. Penyakit ini juga telah menyebabkan 455,000 kematian. Lebih lanjut, WHO menemukan kasus serangan asma yang berat lebih banyak terjadi di negara berpendapatan sedang dan rendah dimana tingkat diagnosa serta kepatuhan pada pengobatan masih tergolong rendah.
Cegah Radang saat Kambuh, Kenali Faktor Pemicu Asma
Iklan
BERITA TERKINI

Wujud Kepedulian PT Klin, Bertepatan Hari Kasih Sayang Gelar Pengobatan Gratis dan Pembagian Paket Sembako Sambut Ramadhan 1447 H
NEGARA,MENITINI.COM – Momentum Hari Kasih Sayang dimaknai berbeda oleh PT Klin. Bertepatan dengan Hari Valentine,

Tenggelam di Laut Tanimbar, Seorang Penumpang Longboat Ditemukan Meninggal Dunia
AMBON,MENITINI – Seorang penumpang longboat diketahui bernama Imam Kalean (64), ia merupakan salah satu penumpang

Peduli Warga Binaan, Lapas Wahai Bangun Koordinasi Dengan Pihak Puskesmas Setempat
AMBON, MENITINI – Kepedulian pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus tingkatkan kualitas pelayanan

Sambut Ramadan 1447 H, PT Klin Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako
JEMBRANA,MENITINI.COM – Menyambut Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Klin

IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7T Sepanjang 2025
JAKARTA,MENITINI.COM – Dalam industri asuransi, kepercayaan bukan sekadar nilai, tetapi fondasi utama hubungan antara perusahaan

Anggota DPRD KKT Periode 2019-2024 Diduga Gunakan SPPD Fiktif, Negara Mengalami Kerugian Rp13,1 Miliar Lebih
AMBON, MENITINI – Bau tak sedap muncul dari dugaan tindak pidana korupsi pada Anggaran Pendapatan

Pandji Pragiwaksono Jalani Persidangan Adat di Toraja, Dikenakan Tanggung Jawab Pemulihan
TORAJA,MENITINI.COM – Komika Pandji Pragiwaksono menjalani persidangan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja,

Prabowo Terima Laporan Realisasi Stimulus Ekonomi Triwulan I 2026, Anggaran MBG Capai Rp60 Triliun
JAKARTA,MENITINI.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan pelaksanaan paket stimulus ekonomi pada triwulan pertama

JPU Beberkan Skema Suap Berkedok Yuridis dalam Sidang Marcella Santoso dkk
JAKARTA,MENITINI.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Setyawan membeberkan dugaan skema suap yang dibungkus dengan

Bupati Badung Lantik 234 Pejabat
BADUNG,MENITINI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melantik dan mengambil sumpah jabatan 234 pejabat
TEKNO
OLAHRAGA
PERISTIWA
NASIONAL
DAERAH
HUKUM
POLITIK
LINGKUNGAN
Di Balik Foto
Wujud Kepedulian PT Klin, Bertepatan Hari Kasih Sayang Gelar Pengobatan Gratis dan Pembagian Paket Sembako Sambut Ramadhan 1447 H
Tenggelam di Laut Tanimbar, Seorang Penumpang Longboat Ditemukan Meninggal Dunia
Peduli Warga Binaan, Lapas Wahai Bangun Koordinasi Dengan Pihak Puskesmas Setempat
Sambut Ramadan 1447 H, PT Klin Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako
IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7T Sepanjang 2025
Anggota DPRD KKT Periode 2019-2024 Diduga Gunakan SPPD Fiktif, Negara Mengalami Kerugian Rp13,1 Miliar Lebih
BERITA TERKINI
Indeks>>





IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7T Sepanjang 2025




JPU Beberkan Skema Suap Berkedok Yuridis dalam Sidang Marcella Santoso dkk
