TIDAK ADA TINDAKAN PREVENTIF
DENPASAR, MENITINI.COM — Bupati Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diogo alias Robi dituding lalai sampai terjadi kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerahnya. Saat ini DBD telah merenggut 13 nyawa manusia dan 1190 orang yang saat ini sedang dirawat di tiga rumah sakit dan sejumlah puskesmas.
“KLB itu mestinya tidak terjadi kalau pemerintah daerah peka. Bupati Robi lalai dari awal karena tak lakukan tindakan preventif. Karena bupati lalai, tidak ada tindakan preventif, maka terjadilah KLB,” kritik Siflan Angi bekas anggota DPRD Sikka tiga periode dari partai berbeda saat dihubungi, Selasa (10/3/2020).
Dengan KLB ini memperlihatkan pemerintah daerah sepertinya ada masalah baru kerja. Negara dan pemerintah harus hadir ketika awal awal kasus ini muncul. “Justru yang terjadi pemerintah daerah sepertinya menganggap sepele sejak awal. Jangan saat sudah KLB baru bekerja seperti pemadam kebakaran. Ini kan kan gak benar. Jangan setelah korban banyak baru pemerintah turun,”kritiknya lagi.
Mestinya pemerintah daerah melalui instansi terkait dari awal sudah mengajarkan pola hidup sehat kepada masyarakat, menjaga lingkungan yang bersih, dan mengedukasi masyarakat bila ada gejala sakit segera ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. “Itulah tindakan preventif. Selama pemerintah daerah tak ada upaya preventif, tidak hanya DBD yang KLB, semua penyakit akan muncul. Pola hidup kotor, sampah dibuang sembarangan, lingkungan yang kotor ini mestinya menjadi tugas pemerintah untuk edukasi,” katanya.

