Sementara itu, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan, termasuk perayaan Hari Suci Nyepi, berjalan tertib, aman, dan tanpa pelanggaran. Hal tersebut menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjalankan Catur Brata Penyepian.
Ia menambahkan, Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta telah berlangsung sejak 7 Maret 2026 dengan berbagai lomba dan kegiatan budaya. Puncak acara ditandai dengan penutupan Lomba Jegeg Bungan Desa 2026.
“Konsep Samudramanthana melambangkan proses perjuangan, kerja sama, serta upaya bersama untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan hidup. Ini menjadi inspirasi masyarakat dalam berkarya dan berproses,” jelasnya. (M-011)
- Editor: Daton









