Berita Pengetahuan Wawasan Kebangsaan, Kapolres Badung Datangi Sekolah-sekolah

Kapolres Badung Turun Ke Sekolah-Sekolah Beri Para Siswa Wawasan Kebangsaan.
Kapolres Badung Turun Ke Sekolah-Sekolah Beri Para Siswa Wawasan Kebangsaan. (Foto: M-011)

BADUNG,MENITINI.COM-Dalam upaya meningkatkan dan memperkuat fondasi persatuan dan kesatuan bangsa, Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, SIK, SH, MH turun langsung ke sekolah-sekolah memberikan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara.

Kapolres Badung mengatakan mempelajari dan memahami wawasan kebangsaan, merupakan sebuah langkah penting untuk memperkuat fondasi dasar di dalam mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan dari ribuan pulau, bahasa dan suku bangsa.

“Di dalam kebidupan sehari-hari sesungguhnya kita sudah menjalaninya, namun jika kita tidak mengikat penguatan-penguatan wawasan kebangsaan, rasa persatuan dan kesatuan ini bisa tergerus oleh perkembangan teknologi, ideologi dan aliran kepercayaan dari luar, sehingga kita menjadi negara yang gampang dipecah belah, gampang diadu domba,” terang Kapolres di SMN 1, Mengwi, Kabupaten Badung, Selasa, (29/11) pagi. “Ini kita perlu tahu dan jangan sekali-sekali melupakan sejarah,” Imbuhnya.

BACA JUGA:  Luncurkan Bus Listrik Merah Putih Untuk G20, Menhub Apresiasi Kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Pelaku Industri

Selanjutnya kata pria kelahiran Jakarta 42 tahun lalu itu mengatakan bahwa kemerdekaan yang  ada di dalam alinea keempat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Sila ke-3 merupakan jangkar dari Sila ke-1 dan Sila ke-2 terkait dengan  bela negara era zaman saat ini.

Dijelaskan pula refleksi kemerdekaan kita perlu menyadari bahwa bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan dengan perjuangan dari pengorbanan pahlawan sehingga kita saat ini mewariskan keteladanan.

“Para pendiri bangsa juga mewariskan pedoman untuk mengarahkan bangsa Indonesia dalam 4 konsensus Dasar Bangsa Indonesia (empat pilar kebangsaan) yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

“Empat konsensus dasar bangsa, tidak harus dihafalkan, akan tetapi lebih penting dimengerti, dan melaksanakannya serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya dilanjutkan dengan materi kedua yaitu bela negara. (M-011)

BACA JUGA:  Bupati Tamba Lepas Peserta Kemah Budaya Tahun 2022