Sebagai langkah deteksi dini, BBKK Denpasar melakukan pemeriksaan suhu tubuh seluruh penumpang internasional menggunakan thermal scanner di terminal kedatangan. Saat ini, tiga unit thermal scanner telah dipasang, masing-masing dua di terminal internasional dan satu di terminal domestik.
“Gejala awal Virus Nipah biasanya ditandai demam tinggi di atas 37,5 hingga 38 derajat Celsius. Jika terdeteksi demam, penumpang akan kami lakukan pemeriksaan lanjutan,” jelas Heri.
Penumpang dengan gejala mencurigakan akan diarahkan ke area khusus untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penelusuran riwayat perjalanan. BBKK Denpasar juga akan mengambil sampel untuk diuji di laboratorium rujukan di Surabaya, terutama jika disertai keluhan lain seperti sesak napas atau nyeri otot.
Apabila ditemukan gejala berat, pasien akan segera dirujuk ke RS Prof Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut. Pemerintah juga memastikan ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit pemerintah sebagai bagian dari kesiapsiagaan penanganan penyakit menular.
Heri menambahkan, masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada Virus Nipah. Penyakit ini diketahui dapat menyebabkan radang otak dengan tingkat kematian mencapai 45 hingga 75 persen.









