DENPASAR,MENITINI.COM – Olahraga raket menunjukkan pertumbuhan signifikan di tingkat global, dengan tenis tetap menjadi yang paling populer, sementara padel dan pickleball mencatat ekspansi pesat di berbagai kawasan. Di tengah tren tersebut, Bali muncul sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru, didukung oleh faktor demografis, ekonomi, serta posisinya sebagai destinasi pariwisata dunia.
Perkembangan ini turut tercermin dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Liga.Tennis bertajuk Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026. Laporan tersebut merangkum tren olahraga raket berdasarkan aktivitas hampir 100.000 pengguna di tujuh klub sepanjang periode Januari hingga Desember 2025.
Hasil laporan menunjukkan bahwa tenis masih mendominasi dengan tingkat okupansi rata-rata mencapai 80 persen. Padel menyusul dengan 75 persen, sementara pickleball berada di angka 41 persen. Adapun squash mencatat okupansi sebesar 18 persen dan berperan sebagai olahraga pelengkap dalam ekosistem.
Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov, menyebut adanya perubahan pola partisipasi olahraga yang semakin mengarah pada aktivitas berbasis komunitas. “Kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola partisipasi olahraga, di mana aktivitas berbasis komunitas dan pengalaman sosial menjadi semakin dominan,” ujarnya.
Meski tenis masih menjadi pilihan utama, padel dinilai sebagai pendorong pertumbuhan (growth engine) berkat karakter permainan yang lebih sosial dan mudah diakses, sehingga efektif menarik pemain baru dan meningkatkan frekuensi bermain.
Dari sisi demografi, kelompok usia 21–40 tahun menjadi kontributor terbesar, terutama pada tenis dan padel. Sementara itu, pickleball menunjukkan distribusi usia yang lebih beragam, mencakup pemain dari kelompok junior hingga senior.
Dalam hal perilaku bermain, tenis cenderung dimainkan sepanjang hari dengan puncak aktivitas antara pukul 08.00 hingga 20.00. Berbeda dengan itu, padel lebih populer pada pagi dan malam hari, terutama setelah jam kerja, mencerminkan fleksibilitas dan sifat sosialnya.
Laporan juga mencatat rata-rata pengeluaran pengguna sebesar Rp400.000 per kunjungan untuk aktivitas olahraga, dengan tambahan sekitar Rp50.000 untuk konsumsi.
Secara keseluruhan, pengguna Liga.Tennis didominasi oleh pemain lokal, dengan partisipasi ekspatriat dari berbagai negara seperti Rusia, Australia, China, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Dari sisi gender, komposisi pemain terdiri atas 57,3 persen laki-laki dan 42,7 persen perempuan.
Sebagai operator ekosistem olahraga raket, Liga.Tennis telah menyelenggarakan 687 turnamen hingga 2025, termasuk Liga.Tennis Open dan World Pickleball Championship yang menarik peserta domestik maupun internasional.
Kinerja bisnis perusahaan juga menunjukkan tren positif. Pada periode 2024–2025, Liga.Tennis mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 35 persen, dengan margin laba bersih mencapai 31 persen dan pertumbuhan laba bersih tahunan sebesar 105 persen.
Ke depan, Liga.Tennis menargetkan ekspansi hingga 77 klub dalam 10 tahun serta membuka peluang kolaborasi dengan investor. Perusahaan juga membidik return on investment (ROI) tahunan sebesar 25–35 persen, didukung oleh penguatan ekosistem digital melalui aplikasi Liga yang telah memiliki hampir 100.000 pengguna.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan akan ruang sosial, Liga.Tennis optimistis olahraga raket akan menjadi salah satu sektor olahraga dengan pertumbuhan paling dinamis dalam beberapa tahun mendatang. (M-011)
- Editor: Daton









