BADUNG,MENITINI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan pengembangan tanaman cabai di lahan seluas 42 hektare sebagai langkah menjaga pasokan komoditas hortikultura sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan dan kenaikan harga saat memasuki musim hujan.
Program yang digagas Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal dan Petang. Dari lahan yang disiapkan, produksi cabai ditargetkan mencapai sekitar 420 ton.
Kepala Diperpa Badung, A.A. Ngurah Raka Sukadana, mengatakan target produksi ditetapkan sekitar 10 ton per hektare. Dengan luas pengembangan mencapai 42 hektare, total produksi yang diharapkan mencapai 420 ton.
“Total target produksi 10 ton per hektare, dikali 42 hektare jadi total produksi 420 ton,” katanya, Kamis (20/8).
Penanaman dilakukan secara bertahap mulai Agustus hingga Desember 2026. Sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk distribusi sarana produksi sejak akhir Juli. Saat ini petani masih menjalani proses pembibitan yang membutuhkan waktu sekitar 20-25 hari.
Di sisi lain, pengolahan lahan, pemasangan mulsa hingga pemupukan telah dilakukan. Jika bibit telah siap, gerakan tanam cabai dijadwalkan mulai 26 Agustus 2026.
“Rencana tanggal 26 kalau benih sudah siap tanam akan dilaksanakan gerakan tanam cabai,” ujar Raka Sukadana.
Pengembangan cabai tersebut meliputi sejumlah kelompok tani dan subak. Di Kecamatan Mengwi, penanaman dilakukan di Kelompok Manik Pertiwi 2 hektare, Subak Perang 2 hektare, Subak Guming 2 hektare, Kelompok Bina Mandiri 2 hektare, Subak Lepud 4 hektare, Subak Babakan 2 hektare, Babakan Sorangan 2 hektare, Tinjak Menjangan 1 hektare, serta Kelompok Tani Merta Nadi 1 hektare.
Di Kecamatan Abiansemal, pengembangan dilakukan di Subak Blahkiuh, Subak Citra, Subak Tanah Putih dan Subak Umasangiang, masing-masing seluas 2 hektare.
Sementara di Kecamatan Petang, lahan pengembangan berada di Subak Wana Sari, Subak Semanik Sari dan Subak Sedana Winangun, masing-masing 5 hektare, serta Subak Munduk Samuan seluas 1 hektare.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian Diperpa Badung adalah Subak Lepud di Desa Baha, Kecamatan Mengwi. Di lahan seluas 4 hektare tersebut, penanaman cabai melibatkan sekitar 80 petani.
Lahan tersebut terbagi menjadi delapan munduk. Masing-masing munduk menggarap lahan sekitar 50 are dengan melibatkan kurang lebih 10 petani.
Cabai yang dikembangkan menggunakan varietas Caliber dengan produktivitas ditargetkan mencapai 10 ton per hektare. Dengan demikian, dari lahan seluas 4 hektare di Subak Lepud diproyeksikan menghasilkan sekitar 40 ton cabai.
Panen perdana di lokasi tersebut diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.
Selain meningkatkan produksi, Diperpa Badung juga menyiapkan skema penyerapan hasil panen agar produksi petani memiliki kepastian pasar. Salah satunya melalui kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana.
“Strategi kami menjalin dan menggandeng kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membeli hasil panen petani, di samping petani menjual ke pengepul maupun langsung memasarkan ke pasar,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, pengembangan cabai tidak hanya diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan, tetapi juga memberikan kepastian pemasaran bagi petani. Langkah ini sekaligus diharapkan mampu memperkuat produksi cabai lokal Badung menghadapi kebutuhan pasar, khususnya ketika kondisi cuaca berpotensi memengaruhi produksi. (M-011)
- Editor: Daton

