Sementara itu, Ketua WHDI Provinsi Bali, Tjokorda Istri Sri Rasmawati Yudhara, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengangkat tema “Pemberdayaan Perempuan Membentuk Keluarga Sehat Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan komitmen WHDI dalam mendorong perempuan Hindu agar mampu menjalankan peran strategisnya, baik di lingkup keluarga maupun ruang publik.
Ia menekankan pentingnya semangat persaudaraan serta nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai fondasi gerak organisasi dalam membina generasi muda Hindu agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan berdaya saing.
“Semangat persaudaraan serta konsep Tri Hita Karana menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan peran WHDI untuk mewujudkan masyarakat Hindu, khususnya generasi muda, agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan unggul,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Pembina WHDI Provinsi Bali yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali, Nyonya Putri Koster, Penasehat WHDI Provinsi Bali Nyonya Seniasih Giri Prasta, para Ketua WHDI Kabupaten/Kota se-Bali, serta undangan lainnya.
Perayaan HUT ke-38 WHDI Provinsi Bali tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas perempuan Hindu dalam melestarikan seni, budaya, dan nilai-nilai keagamaan di Bali.*
- Editor: Daton









