Minggu, 26 Mei, 2024

Ilustrasi Anak Disabilitas. (Net)

AMBON, MENITINI.COM-Sungguh memprihatinkan nasib seorang anak disabilitas berusia 10 tahun, ia ditemukan warga di sebuah rumah kos-kosan di Lorong Kabaresi Gunung Malintang, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dalam kedaan kurus penuh kencing, Sabtu (4/5/2024).

Awalnya, warga mendengar suara anak perempuan sering menangis dari sebuah kosan. Rupanya suara tangisan itu berasal dari seorang anak disabilitas yang sering dikunci di kamar kos seorang diri.

Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Babhinkamtibmas. Dari pengakuan warga yang melapor, hanya ada seorang pria paruh baya yang mengklaim sebagai kakak angkat dan sesekali datang memberi makanan kepadanya.

“Ada laporan dari warga, yang datang dua hari lalu namun ternyata, tidak ada orang di situ, pintunya dikunci, jendela dikunci. Dari hasil laporan tetangga anak itu tinggal di situ sudah sekitar 5 bulan,” ucap pendamping perlindungan perempuan dan anak dari Negeri Batumerah Ambon, Nini Kusniati.

BACA JUGA:  Empat Ruko di Malteng Dilalap Api, Diduga Korsleting listrik

Nini berinisiatif melihat melalui ventilasi. Ia melihat seorang anak di dalam. Mereka pun menghubungi Bhabinkamtibmas untuk melakukan tindakan lanjut. Nini dan petugas pendamping lain lantas mencongkel pintu lalu masuk.

Kondisi anak perempuan itu tampak tidak terurus dan kotor. Matanya juga tidak bisa melihat dengan baik. Begitupun indera pendengarannya.

“Setelah ketemu, kondisinya sangat memprihatinkan. Sudah penuh kencing dan kotoran di badannya. Informasi yang diperoleh dari tetangga kos ada yang datang bawa makanan tapi tidak secara rutin. Matanya itu tidak bisa lihat, pendengarannya juga kurang. Tapi kalau kita sentuh dia merespons,” sebut Nini saat bersama sang anak di rumah Salah satu warga.

BACA JUGA:  Ajak Semua Balon Walikota Berkontestasi Secara Baik, Ini Yang Disampaikan Agus Ririmasse 

Dari keterangan warga sekitar, anak itu tinggal sendiri di kos sekitar 5 bulan. Dia hanya ditemani seorang pria yang dikenal warga sebagai kakak angkatnya.

Dia yang kerap datang memberi makan dan mengurus anak tersebut, namun tidak rutin.

Sayangnya belakangan warga merasa khawatir dengan kondisi sang anak yang sering ditinggal sendiri dan menangis.

Lantaran takut terjadi apa-apa, mereka pun melapor untuk segera menyelamatkan anak tersebut.

Anak itu kini tinggal sementara di rumah tetangga. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Ambon untuk melakukan langkah selanjutnya.

Begitupun pria yang kerap mengurus anak tersebut sudah dipanggil oleh Dinas Sosial, Senin (6/5/2024). Panggilan ditujukan untuk kakak angkat, istri, dan juga mertuanya.

BACA JUGA:  JAM-Intelijen Prof. Dr. Reda Manthovani: Kegiatan Penerangan Hukum Mendukung Pemerintah Turunkan Angka Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan, dan Para Penyandang Disabilitas”

Hasriati, Kasi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial Kota Ambon menyatakan, bakal berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. (M-009)

  • Editor: Daton

TERKAIT