WNA Kanada Tewas di Dasar Kolam Villa, Ini Penyebabnya 

KUTA, MENITINI.COM-Peristiwa mengenaskan menimpa seorang bule Canada bernama Ian David Levine. Pada Sabtu (24/9/2022) siang, jasadnya ditemukan di dasar kolam villa Assia nomor 1 B, Seminyak, Kuta. 

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi mengatakan korban diduga tewas karena bunuh diri akibat penyakit Parkinson yang dideritanya. “Jasadnya ditemukan pertamakali oleh supir bernama I Komang Arief Trisanjaya,” kata Sukadi, Sabtu (24/9/2022)

itu bermula saat saksi datang ke villa itu untuk mengantarkan korban dan rekannya jalan-jalan. Awalnya saksi datang ke vila dan mengetuk pintu villa dan dibuka oleh rekan korban bernama Tasha Anita Ripley.

Lalu saksi Arief menanyakan apakah Tasha dan korban sudah siap untuk berangkat tour. Lalu saksi Tasha mengatakan dirinya telah siap. Namun saat ditanya terkait keberadaan korban, saksi Tasha mengaku tak mengetahuinya.

BACA JUGA:  Anak Flotim Gagal Magang Berkicau Lagi: Selama di Bali Tak Ada Fasilitas Mewah untuk Kami

Sakis Arief dan Tasha lalu mencari keberadaan korban di sekitar villa. Mereka kaget lantaran menemukan tubuh korban sudah berada di dalam dasar kolam renang. Kedua saksi langsung turun ke kolam dan mengangkat tubuh korban ke pinggir kolam. Mereka juga langsung menghubungi pihak kepolisian. 

Saat ditemukan, korban memakai celana pendek boxer warna hitam. Memakai baju kaos warna putih danenggendong 2 buah tas ransel warna hitam yang masing masing di dalamnya berisi batu pipih untuk pijakan kaki. “Pada batang hidung mengeluarkan darah dan tidak ditemukan luka luka pada tubuh korban,” imbuh Sukadi.

Polisi juga menemukan selembar surat di dalam kamar korban. Surat itu diduga surat wasiat. Lalu ada juga 2 lembar brosur  terkait penyakit parkinson. “Dalam tas korban ditemukan adanya beberapa obat yang dibawa oleh korban untuk penyakit yang korban derita,” ujarnya.

BACA JUGA:  Siswa SMKN 5 Halsel Minta Gubernur Halmahera Selatan, “Copot Kepsek”

Ditambahkan Sukadi,  korban diduga meninggal dunia diduga bunuh diri karena korban menderita sakit Parkinson selama 15 tahun. Berdasarkan keterangan saksi Tasha, bahwa sejak 4 tahun lalu, penyakit korban semakin parah. 

“Korban juga mengkomsumsi obat yang dibawanya dari Canada setiap hari dan setiap kambuh,” pungkasnya. Kini kasus ini sedang didalami oleh pihak kepolisian Polsek Kuta dan Polresta Denpasar. Saat ini jasad korban telah dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar. M-007