logo-menitini

Tradisi Memberi Makan Monyet Saat Ritual Tumpek Uye di Pura Uluwatu, Pecatu

Memberi makan kera dalam ritual Tumpek Uye
Pemberian sesaji buah segar dan makanan kepada kawanan monyet di DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu. (M-IST)

Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, Pengempon Pura Uluwatu, AA Ngurah Jaka Pratidnya menerangkan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, sebagai bentuk harmonisasi ajaran Tri Hita Karana. Yaitu konsep hubungan manusia dengan Tuhan atau Parhyangan, manusia dengan alam yaitu Palemahan, dan manusia dengan manusia yaitu Pawongan. “Kegiatan ini biasa rutin kita lakukan dari dulu, setiap enam bulan sekali. Ini adalah bentuk harmonisasi Tri Hita Karana,” ucapnya.

BACA JUGA:  Bupati Badung Tegaskan Komitmen Jaga Kebersihan Pesisir Secara Berkelanjutan

Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta. Upacara Tumpek Uye bentuk implementasi ajaran Tri Hita Karana, dengan cara memberikan Labha kepada wanara atau kera di kawasan luar Pura Uluwatu. Dengan upaya tersebut, diharapkan keseimbangan alam akan tetap terjaga dengan baik dan memberikan berkah kepada masyarakat. 

BACA JUGA:  Pemkot Denpasar Gandeng Masjid dan Musholla, Kampanyekan Ramadhan Minim Sampah
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>