Rudal yang Jatuh di Polandia Milik Ukraina

Presiden Polandia Andrzej Duda
Presiden Polandia Andrzej Duda. (Foto: ist)

JAKARTA,MENITINI.COM-Jatuhnya rudal di Polandia timur kemungkinan besar adalah ‘kecelakaan’. Presiden Polandia Andrzej Duda mengemukakan pandangannya selama pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional. “Kemungkinan besar itu adalah kecelakaan,” katanya.

Duda mengatakan itu bukan serangan yang disengaja ke Polandia. Hasil penemuan mengatakan bahwa kemungkinan besar rudal itu diluncurkan dari arah Ukraina dan milik Ukraina dari sistem anti-pesawat S-300 yang diproduksi pada tahun 1970-an.

Sebuah rudal meledak di Desa Przewodow, di Polandia timur, di perbatasan dengan Ukraina. Dua warga sipil dilaporkan tewas. Tuduhan langsung mengarah kepada Rusia, yang dalam beberapa hari terakhir meluncurkan serangannya ke wilayah Lviv. Presiden Volodymyr Zelensky bahkan mendesak NATO untuk segera bertindak.

BACA JUGA:  Doa Damai untuk Ukraina-Rusia Menggema di Taman Gong Perdamaian

Kementerian Pertahanan Rusia segera menolak tuduhan itu, dan menyebutnya sebagai provokasi. Kementerian menegaskan tidak ada serangan oleh senjata Rusia di dekat perbatasan Ukraina-Polandia.

Hasil penemuan itu telah mengubah narasi yang berkembang. Awalnya semua menyebutnya sebagai ‘serangan rudal Rusia di Polandia”, kemudian menjadi ‘serangan nyasar’ yang dilakukan Rusia, belakangan saat penemuan menunjukkan bahwa ternyata itu diluncurkan oleh Ukraina, narasi pun berganti menjadi ‘Rudal yang jatuh tanpa sengaja atau kecelakaan’. Seperti yang dikatakan NATO dalam pernyataannya.

“Rudal S-300 yang jatuh di Polandia adalah milik Ukraina, tetapi itu bukan kesalahan Kyiv. Rusia tetap bertanggung jawab atas insiden tersebut,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Rabu setelah pertemuan darurat Dewan Atlantik Utara di tingkat duta besar tentang insiden jatuhnya rudal Ukraina di Polandia. Ia menggarisbawahi bahwa Ukraina hanya melakukan balasan terhadap serangan Rusia.

BACA JUGA:  Jumlah WNI Positif Covid di Luar Negeri 2.316 Orang per 20 Desember, Ini Sebaran

Sumber: RMOL.ID