Perkembangan teknologi informasi saat ini, yang hendak menuju ke Industri 5.0 berdampak pada pola penyebaran komunikasi media massa. Sejak internet menjadi kebutuhan masyarakat global, media massa semakin beradu cepat dalam menyampaikan informasi kepada khalayak. Media cetak tampaknya tak lagi menjadi primadona masyarakat dalam memperoleh informasi.

Media yang berbasis pada jaringan internet saat ini menjadi pilihan masyarakat dalam meperoleh informasi. Meminjam istilah Global Village yang diperkenalkan Marshal Mc Luhan, dunia seolah menjadi sebuah desa global di mana setiap kejadian di belahan dunia mana pun segera diketahui semua lapisan masyarakat, pada saat yang sama.

Indonesia sebagai negara berkembang tak lepas dari fenomena global village ini. Pertukaran informasi dewasa ini dikuasai media-media berbasis internet. Tak sedikit perusahaan media cetak bangkrut karena tak mampu memenuhi pembiayaan internal mereka, perusahaan pengiklan yang selama ini menjadi sumber utama pembiayaan, mulai melirik pasar berbasis internet.

Munculnya media dalam jaringan juga menjadi pemicu terkikisnya pasar pembaca media cetak. Jika dicatat, saat ini ribuan media dalam jaringan aktif melakukan kegiatan pemberitaan, meskipun banyak pula di antaranya tak benar-benar memenuhi kaidah jurnalistik.

Pulau Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional yang menyandang sejumlah predikat; The Best Island in The World, The Magic Island, The Mother of Temple, Morning in The World, Island of Peace dan Demokrazy, dan sejumlah predikat lainnya, akan selalu menjadi sorotan masyarakat dunia. Dengan mudah para pengguna internet di seluruh belahan dunia, membaca informasi mengenai pulau yang punya filosofi Tri Hita Karana (THK) .

Namun demikian, hal ini tidak benar-benar diikuti dengan narasi tentang informasi yang menyeluruh oleh para pelaku media dalam jaringan, sehingga tak jarang informasi yang salah muncul dan menjadi konsumsi bagi khalayak internasional. Banyak media dalam jaringan yang akhirnya tumbang di tengah jalan karena mereka tidak mampu mengelola potensi bisnis media.

Menitini.com, salah satu media dalam jaringan yang kini mempersiapkan diri tampil ke publik. Perbaikan terus dilakukan terutama pada tampilan serta konten dan gramatika bahasa. Belajar dari beberapa media yang ada di Pulau Bali, Menitini.com, Bukan Yang Lain mempersiapkan diri menjadi media berita yang mengusung tag line elegan, berimbang dan antihoax. Menitini.com menyajihkan informasi menyeluruh, lokal, nasional dan dunia untuk khalayak, sekaligus sebagai media pemasaran yang efektif bagi stakeholder.

Sesuai namanya, nantinya Menitini.com akan menerbitkan berita dan artikel dalam setiap menit sehingga setiap menit publik akan mengetahui perkembangan informasi di seluruh belahan dunia. Dari menit ke menit, Menitini.com mengulas berita secara singkat dengan memegang prinsip Kode Etik Jurnalistik sebagai nafas seorang jurnalis, Elegan, Berimbang dan Antihoax akan senantiasa jadi pegangan para jurnalis dalam menjalankan fungsi yang merupakan aktualisasi dari peran pers. Sekaligus menjadi referensi publik dalam melihat perkembangan sosial di tanah air dan belahan dunia. SELAMAT MEMBACA!!