“Bagi ASEAN, persatuan bukan sekadar slogan. Persatuan adalah strategi yang direncanakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya koordinasi ekonomi, integrasi regional, dan transformasi digital agar ASEAN mampu menghadapi guncangan eksternal serta ketidakpastian global.
Dorong Inisiatif Ekonomi dan Digital ASEAN
Kepala Negara menyampaikan apresiasi kepada para Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN atas kerja sama erat menghadapi tantangan geoekonomi. Ia menekankan pentingnya inisiatif baru di bidang perdagangan barang, pembaruan ASEAN–China Free Trade Agreement (FTA), dan penguatan kerangka ekonomi digital kawasan.
“Kita akan terus menegaskan peran ASEAN sebagai penggerak pertumbuhan serta pusat inovasi dan peluang,” ujar Presiden Prabowo.
ASEAN Sebagai Kekuatan Global yang Kredibel
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan ASEAN di panggung global harus berakar pada fondasi kuat di dalam negeri, agar kawasan ini dapat memainkan peran konstruktif dalam membentuk tatanan dunia yang adil dan inklusif.
“Fondasi yang kuat di rumahlah yang memampukan kita membangun jembatan ke dunia,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan perjalanan panjang ASEAN dari konflik menuju kerja sama sebagai bukti nyata solidaritas kawasan. Presiden menekankan pentingnya menjadikan peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan 15 tahun East Asia Summit Bali Principles tahun depan sebagai momentum memperkuat semangat kebersamaan, bukan sekadar perayaan seremonial.
Ajak ASEAN Tetap Visioner di Tengah Ketidakpastian Dunia
Menutup pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara anggota ASEAN untuk tetap berani, adaptif, dan visioner menghadapi dinamika global.
“Menghadapi ketidakpastian global, mari kita memimpin dengan tujuan — bukan hanya untuk kawasan kita, tetapi juga untuk dunia yang lebih stabil, adil, dan inklusif,” pungkas Presiden Prabowo.*
- Editor: Daton









