“Masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden koreksi, terutama terkait desain dan fungsi. OIKN bersama Kementerian PUPR diminta terus melakukan perbaikan,” kata Prasetyo.
Ia menegaskan bahwa arahan Presiden pada prinsipnya berfokus pada dua hal utama, yakni perbaikan kualitas dan percepatan pembangunan, agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera berjalan.
“Catatan beliau adalah perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi pemerintahan bisa segera terwujud,” tambahnya.
Usai meninjau perkembangan IKN, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Menurut Mensesneg, pembangunan sektor pendidikan dilakukan secara paralel dengan pembangunan infrastruktur pemerintahan.
Pemerintah, lanjut Prasetyo, terus membangun berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan, sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul.
“Kita bekerja keras meningkatkan fasilitas pendidikan. Sekolah rakyat untuk desil 1 dan desil 2 kita bangun, sekolah unggulan juga kita siapkan. Ini semua untuk mempersiapkan SDM yang akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.*
- Editor: Daton









