Prabowo Pangkas Lapisan BUMN, 274 Perusahaan Sudah Dirampingkan

Suasana rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8).
Suasana rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8). (Foto: Sekretariat Presiden)

JAKARTA,MENITINI.COMPresiden Prabowo Subianto kembali mendorong perampingan struktur badan usaha milik negara (BUMN). Kali ini, perhatian diarahkan pada keberadaan anak dan cucu perusahaan serta berbagai unit usaha yang dinilai membuat rantai pengambilan keputusan menjadi terlalu panjang.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan jajaran pimpinan BUMN di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8) malam.

Presiden secara khusus meminta jajaran terkait, termasuk PT Pertamina dan PT PLN, segera memangkas sejumlah layer atau lapisan perusahaan di bawah BUMN. Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Kepada media, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, perampingan struktur perusahaan menjadi salah satu perhatian Presiden, terutama untuk menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan cepat.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya. Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” ujar Teddy sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Kabinet yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

BACA JUGA:  336 Ribu Warga Daftar Upacara HUT ke-81 RI, Panitia Tambah 3.400 Undangan

Pertamina Laporkan Perkembangan B50

Dalam rapat tersebut, Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri juga menyampaikan perkembangan program mandatori Biodiesel 50 persen atau B50 kepada Presiden.

Menurut Teddy, Simon melaporkan perkembangan pelaksanaan program tersebut sejak mulai diluncurkan pada Juli 2026.

Selain B50, Simon turut melaporkan kesiapan infrastruktur Pertamina dalam mendukung pelaksanaan program mandatori bioethanol yang dicanangkan pemerintah.

Pertemuan di Hambalang itu turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.

274 Perusahaan Sudah Dirampingkan

Upaya merampingkan struktur BUMN sebenarnya telah berjalan. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani sebelumnya melaporkan tindak lanjut arahan Presiden terkait pengurangan layer-layer di tubuh BUMN.

Perampingan terutama menyasar perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina dan PLN, termasuk struktur anak dan cucu perusahaan.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Lulusan Terbaik Bagikan Kisah Perjuangan

Rosan mengatakan langkah tersebut diperlukan agar proses pengambilan keputusan tidak terhambat oleh rantai birokrasi yang terlalu panjang.

“Arahan-arahan Beliau (Presiden, Red.) juga untuk pengurangan layer-layer, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar (seperti) Pertamina, PLN, dan yang lain-lainnya agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas juga lebih meningkat, efisiensi juga lebih terjaga,” kata Rosan seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menurut Rosan, proses streamlining atau perampingan struktur tersebut telah dilakukan terhadap 274 perusahaan hingga akhir Juli 2026.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar penghematan, tetapi juga berupaya membuat struktur BUMN lebih sederhana sehingga keputusan strategis dapat diambil dengan lebih cepat. (M-011)

 

Iklan
Scroll to Top