Pasar Malam Pergung Jembrana, Ajang Hiburan Rakyat dan Perputaran Ekonomi

NEGARA,MENITINI.COM-Keberadaan pasar malam Desa Pergung senantiasa menjadi bagian kemeriahan warga masyarakat saat hari Raya Galungan dan Kuningan.

Pasar Malam yang digelar setiap 6 bulan sekali itu, tidak hanya dipadati warga dari Kecamatan Mendoyo, namun juga berdatangan dari kecamatan lainnya di Jembrana.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba di sela-sela kesimbukannya, didampingi Ny. Candrawati Tamba berkesempatan hadir secara langsung di pasar yang terletak di Lapangan Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Rabu sore (11/1).

“Saya sengaja meluangkan waktu, untuk hadir melihat aktivitas keramian di pasar malam Desa Pergung. Ini tentu menjadi spesial karena hanya ada saat hari raya Galungan dan Kuningan saja. Menjadi tempat hiburan murah masyarakat dalam menikmati suasana hari raya,” ucapnya.

BACA JUGA:  Bangkitkan Semangat Wirausaha, Arsa Linggih Gelar Seminar 'Membangun Semangat Ekspor untuk Peningkatan Ekonomi Nasional'

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan pasar malam ini juga bagian dari pada perputaran ekonomi di Jembrana.

“Meningkatnya aktivitas ekonomi lewat pasar malam ini tentu saja menambah pertumbuhan perputaran ekonomi masyarakat setempat. Mulai dari pembuat dan penjual makanan, penjual baju, penjual mainan, jasa wahana hiburan serta semuanya ada di pasar malam ini,” ungkapnya.

Untuk itu, Ia telah berkoordinasi bersama beberapa kepala pedagang dan pengelola wahana hiburan, untuk nantinya pasar malam ini tidak hanya diselenggarakan di Pergung saja.

“Saya mempunyai rencana, pasar malam ini  juga digelar di Pengambengan, tepatnya di Sirkuit All In One saat lebaran idul fitri. Galungan dan Kuningan di Pergung dan Lebaran Idul Fitri di Pengambengan. Mohon doa restunya, semoga semua dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

BACA JUGA:  ¬†Jembrana akan Segera Miliki Pabrik Cokelat Sendiri

Sementara itu, Kelian Adat Banjar Pergung I Putu Parta menuturkan sebanyak 400 pegadang turut serta dalam pasar malam ini. Tidak hanya dari pedagang lokal, tapi pedagang dari jawa agar variatif. Khususnya yang mengelola  wahana permainan.

“Untuk pegadang dari lokal Jembrana sendiri, mayoritas berjualan makanan. Setelah dibuka pada saat hari Galungan, nantinya penutupan sendiri akan dilakukan pada manis kuningan. Ngiring masyarakat Jembrana yang belum hadir, silahkan hadir ke tempat ini, karena tidak setiap saat ada, hanya saat momentum hari raya saja,” pungkasnya. (M-011)

Editor: Daton