JAKARTA,MENITINI.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Hanns Seidel Foundation (HSF) untuk periode 2026–2028. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan kapasitas pengendalian perubahan iklim guna mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim KLH/BPLH, Irawan Asaad, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan sebelumnya yang dinilai berhasil. Ia berharap sinergi ke depan dapat memberikan dampak lebih luas, baik di tingkat nasional maupun daerah, dalam memperkuat aksi iklim.
Hal senada disampaikan oleh Michael Siegner selaku perwakilan HSF di Indonesia. Ia menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendukung agenda iklim nasional melalui pendekatan berbasis sains dan partisipasi masyarakat.
Dalam implementasinya, program kerja sama ini akan menitikberatkan pada peningkatan peran berbagai pemangku kepentingan non-pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim. Salah satu langkah konkret adalah melibatkan civitas akademika melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang berfokus pada isu perubahan iklim.
Melalui program ini, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi akan diterjunkan ke masyarakat untuk memberikan pendampingan teknis dalam aksi adaptasi dan mitigasi. Fokus utama kegiatan mencakup pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pemilahan sejak dari sumber, serta penguatan ekonomi sirkular berbasis komunitas.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pengembangan proyek percontohan aksi adaptasi perubahan iklim di Bali. Provinsi ini dipilih karena telah memiliki dokumen perencanaan yang matang, sehingga implementasi program diharapkan berjalan efektif dan selaras dengan prioritas daerah.
Kolaborasi KLH/BPLH dan HSF diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak dalam membangun ketahanan iklim yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mempercepat pencapaian target komitmen iklim nasional. (M-011)
- Editor: Daton









