Berkali-kali Disampaikan, ITDC Belum Kerjakan, Pembuatan Gorong gorong Cegah Abrasi

Pantai Nusa Dua Hancur Berantakan
Dokumen: Pantai Nusa Dua Hancur Berantakan Diterjang Abrasi

DENPASAR, MENITINI-Kondisi abrasi di kawasan Pantai Selagan Nusa (Nusa Dua) ternyata dipicu adanya jalan yang menghubungkan Pulau Peninsula. Pasalnya jalan tersebut menghalangi kondisi alur gelombang laut, sehingga membuat sebaran pasir menjadi tidak merata.  Agar ke depan tidak terjadi lagi abrasi, ITDC Diminta bikin gorong-gorong yang mengalirkan gelombang pantai. 

“Saran tersebut sudah beberapa kali disampaikan saat bertemu dengan pihak ITDC,” kata PPK Sungai Pantai II, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Gede Lanang Sunu Prabawa beberapa, Selasa (12/7/2022).

Hal itu menurutnya, salah satu solusi alternatif penanganan jangka panjang abrasi tanpa membangun struktur baru seperti breakwater. “Terkait seperti apa atau berapa lebar alur, nantinya hal itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut,”ucapnya

BACA JUGA:  Implementasikan Komitmen Tangani Sampah, Danone Gandeng Bali Waste Cycle

Menurutnya, kondisi jalan tersebut secara teknis memang menghalangi alur pantai dan memicu terjadinya abrasi di Pantai Selagan Nusa, tepatnya di Pulau Nusa Dharma. Sebab sirkulasi pantai terhalang berdampak sebaran pasir pantai menjadi tidak merata. “Semula di sana kan tidak ada jalan  jadi sirkulasi air laut lancar. Setelah ada jalan, kondisinya berubah.
Jadi itu perlu dibuatkan alur sirkulasi kembali, agar kondisi pasir seperti semula,” ucapnya

Berdasarkan kajian sementara, kondisi jalan memang memutus alur arus laut di lokasi. Hal itulah yang membuat kondisi pasir di beberapa titik pantai tergerus, namun itu bergeser menumpuk di beberapa titik lainnya. Jika ITDC ingin agar kondisi tersebut tak terulang ke depan, perlu membuat semacam gorong-gorong di bawah jalan.

BACA JUGA:  KLHK Kenakan Pidana Berlapis Terhadap Tersangka Pengelola Limbah B3 Ilegal

“Untuk jangka panjang memang harus dibuatkan gorong-gorong atau semacam jembatan di jalan penghubung. Supaya pasir pantai yang terbawa arus laut bisa terdistribusi dengan baik dan tidak mengumpul di satu titik saja,” imbaunya. 

Sayangnya, Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita belum bisa diminta komentar terkait hal itu. Beberapa kali dihubungi Ardita  tidak mengangkat telpon. Pun dikirim pesan singkat tidak juga dijawab. M-003