Hamas-Israel Saling Lempar Roket di Jalur Gaza, Ibu Hamil Tewas

Internasional, MENITINI.COM–Enam warga Palestina dan seorang Israel dilaporkan tewas dalam aksi saling serang roket dan peluru kendali paling serius di perbatasan Gaza. Demikian tulis thetimes.co.uk pada Minggu (5/5).

Seorang warga sipil Israel bernama Moshe Agadi, 60 meninggal ketika sebuah roket yang merupakan bagian dari 400 roket siap tembak dari jalur Gaza menghantam rumahnya di kota bagian Selatan Ashkelon Minggu pagi.

Sementara itu, seorang wanita Palestina berusia 37 tahun yang diketahui sedang hamil bernama Salah Bat Abu Arar beserta putrinya yang berusia 14 tahun juga dilaporkan tewas. Pihak Hamas menyebutkan bahwa mereka tewas dalam serangan udara Israel.

BACA JUGA:  Prabowo–Putin Bertemu di Kremlin, Perkuat Kerja Sama Strategis Indonesia–Rusia

Al-Jazeera.com melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan “serangan besar-besaran” di Jalur Gaza setelah eskalasi dua hari yang menewaskan sejumlah warga sipil di pihak Israel maupun Palestina tersebut.

Pesawat-pesawat tempur dan kapal perang Israel terus menargetkan Jalur Gaza pada hari Minggu ketika para pejuang di wilayah yang dikepung menembakkan rentetan roket ke Israel selatan.

Di sisi lain, media Russia Today memberitakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebutkan sekitar 90 roket telah ditembakkan ke Israel. Adapun sistem pertahanan Iron Dome-nya berhasil mencegat belasan roket.

BACA JUGA:  Serangan Beruntun di Lebanon, Tiga Prajurit Indonesia Gugur dalam Dua Insiden UNIFIL

Pihak Hamas menyatakan bahwa serangan ke Israel tersebut dilakukan oleh anggota sayap militernya. Hamas juga mengatakan akan menanggapi kejahatan pendudukan serta pembunuhan atas warga Palestina.

Kelompok pejuang Hamas membenarkan bahwa serangan itu dilakukan oleh anggota sayap militernya. Mereka juga berjanji akan menanggapi agresi Israel.

Dalam ancaman yang disampaikan melalui media sosial, Hamas mengatakan mereka akan menanggapi kejahatan pendudukan dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.

Iklan

BERITA TERKINI

Menteri LH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I.G.N. Jaya Negara, dan jajaran pemerintah daerah berdiskusi saat meninjau operasional pengolahan sampah di TPS Tahura, Denpasar, Bali, Kamis (5/3/2026).

PSEL Membutuhkan Sampah yang Sudah Terpilah

DENPASAR,MENITINI.COM – Teknologi Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) membutuhkan pasokan sampah yang sudah terpilah. Tanpa pemilahan, efektivitas pengolahan sampah menjadi energi listrik akan sangat terbatas.

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top