Senin, 15 Juli, 2024
Wawali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa melakukan sidak di SPPBE PT. Sari Dharma Mandiri, Denpasar, Selasa (6/6/2023). (Foto: Istimewa)

Wawali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa melakukan sidak di SPPBE PT. Sari Dharma Mandiri, Denpasar, Selasa (6/6/2023). (Foto: Istimewa)

DENPASAR,MENITINI.COM-Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang dikeluhkan masyarakat di Denpasar, mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota Denpasar. Kadek Agus Arya Wibawa melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Sari Dharma Mandiri, Denpasar pada Selasa (6/6/2023).

Dari sidak tersebut didapatkan bahwa SPPBE menerima suplai gas dari Pertamina tidak berkurang dari sebelumnya. Bahkan dengan adanya kabar kelangkaan gas di masyarakat, SPPBE meminta penambahan suplai gas dari Pertamina.

“Kami ingin memastikan kondisi yang terjadi di stasiun pengisian gas elpiji ini tidak ada permasalahan serta selanjutnya saya tugaskan Disperindag untuk melakukan pengecekan ke agen-agen serta pedagang eceran. Dari kuota itu sebenarnya sudah melebihi 15 persen dari kuota normal, tetapi terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat ,” jelas Kadek Agus Wibawa.

BACA JUGA:  Entry Meeting Penandatanganan Pakta Integritas dan Penyerahan Persetujuan Pengamanan Pembangunan Strategis terhadap PT Kilang Pertamina Internasional

Agus Wibawa mengaku juga telah bersurat kepada Pertamina agar menambah kuota gas, mengingat kondisi perekonomian di Kota Denpasar sedang bertumbuh apalagi disertai libur panjang beberapa waktu lalu.

“Per hari ini dilakukan penambahan sebanyak 50 persen dan pada Kamis mendatang akan ditambah lagi kuota sebesar 50 persen dari kuota normal sehingga diharapkan kelangkaan gas LPG bisa diatasi. Mudah mudahan dalam 3-4 hari kedepan kondisinya sudah kembali normal ,” katanya.

Sementara Ketua Hiswana Migas DPC Bali, Dewa Ananta didampingi SBM 1 Pertamina Bali, Faris Aceriza mengatakan ini merupakan akumulasi pasca libur panjang dimana banyak terjadi aktifitas-aktifitas yang disebabkan pertumbuhan ekonomi.

“Dari Pertamina selama ini statusnya normal, kita tidak mengurangi pasokan sama sekali malah menambah dari biasanya. Kita focus pada penanganan secepat mungkin. Di Bali itu biasanya lebih dari 100 ribu tabung sedangkan di Denpasar kebutuhan mencapai 56 ribu tabung per hari dan di hari ini kita menambah 28 ribu tabung lebih banyak 50 persen dari biasanya,” ucapnya. (M-003)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Lapangan Niti Mandala